Wednesday, 14 December 2011

Seneng atau Bingung?

Posted by Sosiana Dwi On 10:03 pm
Pulang-pulang kelaperan, nasi belum mateng. Daripada kelamaan nunggu nasi iseng deh buka labtop terus ol fb. Hal pertama yg aku lakuin kalau ol fb biasanya liat status temen-temen dan kadang liat link yang dishare, biasanya menarik sih. Sampai pada link yang di-share sama AMD Rising Star, salah satu kontes foto yang pernah aku ikutin. Sistem lombanya tuh kita upload foto terus kita share ke temen-temen buat di vote sama mereka. Lima vote terbanyak tuh bakal dapetin notebook dari AMD. Nah pas liat link ini http://www.facebook.com/notes/amd-rising-stars/brilliant-moments-photo-contest-the-winners/339392236076138
 aku rada ga minat gitu sih soalnya aku dah lama banget ga ngeshare tuh foto. Jadi aku yakin banget aku ga bakal menang.

Tapi oooh tapi aku kaget abis sampai mau keluar nih bola mata dari tempatnya soalnya tiba-tiba da foto yang aku share. 


What? Aku ga nyangka. Demi apa pun aku ga nyangka. Demi Tuhan , Bangsa dan Almamater aku ngga nyangka abis lah. Aku di peringkat lima dengan vote yang cuma 149!! Dan dapet hadiah notebook Sony VAIO E350 yang pastinya dapteng dari AMD.

Tau kenapa aku ngga yakin itu aku?
Soalnya vote aku tuh kecil banget. Beberapa minggu yang lalu pas aku liat itu aku turun peringkat ke peringkat 13 dari yang awalnya 2. Vote orang-orang yang lain itu bisa sampai 1000an, 600, 500, 400, aku aja sampai bingung tuh mereka pake dukun apa bisa kuat begadang dan ga nglakuin apa-apa selain ngajak orang ngevote tuh foto. Dan aku lebih ga nyangka ternyata yang votenya tuh ampe 6000 ga masuk dalam list pemenang. Malah foto aku yang ga pernah aku share lagi malah menang. Cuma 148 vote dengan total yang ngliat emang cukup banyak sih sekitar 560an.

Aku bingung.
aku mesti seneng dapet notebook gratis dan bisa beli sepeda lagi ATAU aku harus kecewa dengan sistem penjurian yang kayaknya sangat ga transparan. 

Jujur saja aku harus bingung deh kayaknya,

Tapi demi apapun aku seneng banget lah. Setidaknya aku bisa ngebuktiin ke ibuku kalau aku bisa ngilangin sepedaku aku juga bisa mbeli sepeda juga dengan uang dan keringat aku.


Yee...
Sepeda baru nih. Aku janji bakal ngasih banyak gembok tuh ke sepedaku. Kalau perlu lima biji terus biar aman aku taruh sekre UKA deh. Terus sesuai janjiku itu duit dibagi dua sama Reta dan anak SAPPK yang lainnya. :)

Alhamdulilah buat hari ini


Tuesday, 13 December 2011

Arogankah?

Posted by Sosiana Dwi On 2:30 pm
Malas menghadapi mantanku itu, jangan sebut mantan lah. Aku malu dan menderita! Menyesal ga akan ada guna karena dia. 

Oke, Sekarang aku tanya apakah benar anak-anak kedinasan itu begitu sangat loyal kepada pemerintah?

Apa mereka benci dikritik?

Apa mereka juga terlalu arogan?

Atau justru aku yang sangat arogan?

mohon jawabannya. Atau aku akan tersandung pada kesalahan yang tak berujung.

Benci

Posted by Sosiana Dwi On 12:16 am
Rampung sudah trilogi Ronggeng Dukuh Paruk milik Ahmad Tohari. Rampung.

Tiba-tiba kesensitivanku sebagai permpuan terkoyak. 
Kenapa harus selalu perempuan yang menerima kenyataan pahit?
Kenapa?

Aku pun pernah merasakannya, begitu pula ibuku. Aku dan ibuku dan semua kaumku.

aku benci laki-laki dan segala berahinya 
 

Monday, 12 December 2011

Simbol

Posted by Sosiana Dwi On 11:02 pm
Tadi sore, 20.00 aku dan beberapa maganger Kabnet KM-ITB yang belum dilantik akhrinya kini resmi dilantik menjadi calon staf. Dilantik maupun tidak akan mempengaruhi kinerjaku dan beberapa kawan lainnya. Simbolisasi dengan sebuah pin yang tadi dipasangkan ke baju kami bagiku hanya sebuah simbol. Tak ada makna jika aku tak memeberinya jiwa.

Dan itu yang belakangan terjadi pada aku. Aku kehilangan arah tujuan hidup. Mau kemana dan mau apa aku hidup. Aku tak mungkin menguasai semua hal yang aku inginkan. Fokus ada pada aku dan aku mersakan belum menemukan fokus hidupku. Semua masih sporadis saat ini. Aku seperti berjudi atas hidupku, mana yang menang dan mana yang menyenangkan aku kuasai. Dan aku kehilangan arah hidupku.

Seperti tadi yang aku bilang, saat aku mengenakan simbol yang aku sandang sore tadi aku merasa aku masih jiwa yang kosong. Dan in tadi tak ubahnya sebuah simbol yang berjalan dan bersandiwara atas drama hidupku. Menjadi staf kabinet itu adalah bagian dari awal hidupku. Namun dalam pelaksanaannya aku belum tahu harus apa.

Aku hilang dalam banyak,


aku bisu dalam ramai,


sekali lagi aku hilang arah tujuan.

Sunday, 11 December 2011

Posted by Sosiana Dwi On 9:47 pm
Aku masih belum tahu tujuan hiduku sampai saat ini,

Aku belum dapetin passion dan  jati diri aku,

God, It will be a hard for me


Thursday, 8 December 2011

Gue Bisa Karena Gue Coba

Posted by Sosiana Dwi On 9:30 pm
Unbeliveble,
16,56 MINUTES penonton...
Rekor dalam hidup aku, itu rekor!!! Rekor sekali lagi saya ulangi, REKOR bukan REKTOR!


Apaan sih? Gaje banget nih Sosi..
Iyalah gaje, ngomongin apaan juga ga jelas pisan


Huaa, intinya aku seneng banget bisa meyelesaikan semua mata pelajarn olahraga di kampus. Dulunya sewaktu SMA aku mengira di kampus tidak akan bertemu lagi pelajaran OLAHRAGA.

FAKTANYA...
kampusku sebut saja ITB justru kampus yang mencanangkan adanya pelajaran OLAHRAGA.

OH YEAHH...
dan aku benci dengan OLAHRAGA apalagi yang namanya LARI.

TERNYATA
penilaian UTS, UAS adalah LARI keliling saraga ENAM kali.
ENAM kali , 6
6,
6,
6,


selama aku lari aku ga mau ada beban,
TAPI oh TAPI 
aku ingin sekali membuat REKOR dalam hidup aku.

Ayunan langkah,
selalu aku bisikan sama diri aku sendiri kayak gini,

"Sosiana, kamu pasti bisa lari. Yang lain juga bisa kok, ayoo lari, si 'itu' aja bisa lari kok. Kok kamu engga?"
bisikan yaang ternyata bukan setan menyemangatiku.

Saat sakit perut melanda , aku berbisik,
"Kamu sakit Sosis? Sakit tuh rasanya gimana si? Ga ada kan ya? Jadi sakit itu ada ketika kamu mengadakannya. Kalau kamu bilang ga sakit ga sakit kan jadinya,"

Lari teruslah aku, lari walau rasanya pengen muntah dan pingsan.
"Pingsan ga akan menyelesaikan masalah kan ya?" aduh , lama-lama aku kok jadi kayak setan yang memanasi-manasi diri sendiri ya? Huaa...

dan ...
Terereng teng teng...
16,56 minutes
Ini adalah kali pertama aku lari dengan baik dan benar. Semenjak aku SD sampai SMA ga pernah aku lari dengan kilat dan mencoba cepat. Belum pernah sodara sodara!!

YASUDAHLAH

kita sudahi saja ke-GAJE-an ini. Okeh? 
intinya,
Dimana ada kemauan, disitu selalu ada semangat dan kemajuan yang akan mendorongmu.

Tuesday, 6 December 2011

Berjalanku dalam Sendiri

Posted by Sosiana Dwi On 10:28 am

Mereka tidak tahu bagaimana dulu aku selalu bersemangat menegejar mimpiku. Walaupun itu hanya aku sendiri, aku berjuang di dalam keterbatasan yang aku punya. Kurangnya informasi, kurangnya fasilitas, tapi aku selalu bersemangat mencapainya.

Sama bersemangatnya seperti sekarang. Dimana aku sudah punya berbagai ragam informasi, hampir punya beberapa fasilitas, banyak kenalan , banyak cerita. Aku masih bersemangat sebagai objek yang mampu menge-share apa yang aku dapat. Aku bersemangat untuk hal ini. Aku merasa aku punya tanggung jawab untuk membaginya dan tak ingin ada rahasia. Terlebih aku ingin berbagi pada orang yang seperti aku dulu, bersemangat sekali mencari informasi.

Dulu aku adalah anak desa dengan segudang mimpi. Aku sekolah di kabupaten kecil yang amat sangat tidak ramai yaitu Purbalingga, Jawa Teengah. Aku sekolah di pusat keramaian, berharap anak desa yang jauhnya 13 kilometer ini tidak gaptek dan punya informasi lebih. Berharap bisa jadi Agent Of Change bagi kampungnya. Berharap lebih dengan mimpi-mimpinya.

Sampai suatu kali aku harus menyelesaikan studi dan meneruskan di jenjang perguruan tinggi. Aku tak ingin seperti halnya teman-temanku. Kuliah di tempat yang dekat sehingga bisa sering pulang. Jogja,Solo, Semarang adalah kota yang tak ingin aku tinggali untuk kuliah. Aku ingin Bandung ataupun Jakarta, tempat yang jauh ,setidaknya untuk Purbalingga sebagai patokan. Dan beberapa pertimbangan lain membuatku ingin di kedua kota tersebut. Aku sempat beberapa kali bertanya pada guru BK-ku dan sedihnya tidak direspon dengan baik.
"Buat apa jauh-jauh, di Jogja aja ada arsitektur kan? Di UGM contohnya. Ngpain di ITB yang jauh?" begitu kata-kata salah satu guru BK yang membuatku down.
Aku butuh dukungan,untuk aku yang keras kepala ini. Bukan penolakan yang tak beralasan. What the .... dengan kata jauh. Aku bisa mandiri dengan tidak terlalu boros pulang pergi kampung setiap weekend. So?

Aku mencari jalanku sendiri , aku juga mencari beasiswa dengan jalanku sendiri. Paramadina Fellowship dan Beasiswa Monbukagakusho aku lalui sendirian. Kecuali Bidik misi tentunya yang perlu ada keterkaitan pihak sekolah. Aku mencari info sendirian. Mba Dora salah satu almamater dari sekolahku yang kebetulan adalah mahasiswa SBM ITB sering aku rusuhkan. Setiap saat aku bertanya dan sering merepotkan. Mas Amiril , teman dari mba Dora juga aku repotkan untuk bertanya-tanya tentang BIUS (Beasiswa ITB untuk Semua).Aku merepotkan banyak orang, ya mungkin lebih karena aku tak ada internet untuk mengakses sumber informasi lebih.

Sekarang, aku sudah tinggal di Bandung. Telah hampir menyelesaikan studi satu semesterku. Alhamdulilah sekarang aku merasa siap membantu orang yang dulunya seperti aku , bersemangat mencari informasi dengan ketidakdukungan beberapa pihak.

Share info, sudah aku lakukan. Info pun tak sekedar info Universitas, tapi juga info lomba. Apakah aku terlalu bersemangat?
Apakah aku begitu?

Namun aku kecewa dengan beberapa penolakan yang aku alami. Aku kecewa pada sistem cara pikir beberapa orang diantaranya. Apakah mimpiku itu hanya aku yang punya? Mereka berbeda pendapat denganku? Atau aku yang terlalu berlebihan?

Rasanya aku ingin pindah saja pada kota yang penuh dengan semangat-semangat baru. Kota yang optimis pemuda-pemudinya. Kota dengan mereka yang penuh sejuta mimpi. Aku tak sejalan dan melawan arus. Aku?


Monday, 5 December 2011

Harga Tiket Masuk Ganesha

Posted by Sosiana Dwi On 10:34 pm
Saat awal menginjakan  kaki di dunia perkampusan aku punya banyak angan-angan. Banyak sekali dan memang kedengarannya muluk untuk dikerjakan seorang remaja yang canti dan kece #eaa yang belum pandai membagi waktunya. 

Aku?
semasa SMA itu anak rumahan yang ga boleh keluar-keluar oleh maminya. Pernah suatu kali aku memutuskan kabur dari RUMAH.
What?
Kabur dari rumah.
Yap, aku kabur dari rumah pergi ke rumah mbahku yang letaknya sebenarnya ga terlalu jauh, cuma sekitar satu kilometeran. Tapi aku berangkat dari rumah pagi-pagi buta, yaitu pukul 05.00, saat semua orang masih sibuk dengan lelapnya. Aku keluar dari kamar setelah semalaman mengurung diri di kamar sambil menangis meratapi nasib tidak boleh ikut ini-itu. Aku tak mau bertemu dengan ibuku, dan terlebih pada Bapak tiriku. Aku benci bapak tiriku, dan alhamdulilah sekarang dia sudah tak ada lagi di rumah. :)

Dulu kebebasanku dibatasi. Walaupun sebenarnya niatnya baik untuk masa depanku namun aku merasa itu seperti pengekangan hak-hakku untuk mencari berbagai pengalaman. Aku kuper dan jadi kutu buku.
Setiap hari aku tak bisa pulang hingga sore hari. Aku takut dimarahi juga pulang telat namun hampir tiap hari pula aku selalu pulang agak terlambat (tapi ga sampai lebih dari jam 6 sore). Aku biasa nongkrong di perpus bersama teman-teman. Aku ikut piket perpustakaan di SMA. Senang juga bisa berkumpul tanpa harus dikekang di rumah. Perlu diketahui rumahku itu cukup jauh yaitu 13 Kilometer dari pusat kota. Tidak punya kendaraan pribadi sehingga bergantung pada angkot dan bis (2 kali kendaraan umum) yang sangat tidak menentu jadwalnya. Aku ga pernah bisa ikut acara-acara sekolah yang menurutku lumayan bisa menambah pengalaman organisasi Sedih juga mengingat hal itu. :'(

TAPI..
tidak untuk saat ini, saat aku injakan di kampus Ganesha. Kampus yang dulu pernah disebut "Putra-putri terbaik bangsa" lahir. 
Engga buat kesempatan yang Tuhan beri buat aku.
Engga,
Ibaratnya sekarang aku diberi tiket GRATIS (ya karena aku dapet BIDIK MISI) pergi ke Dufan,
Kebayang kan kalau di Dufan itu yang terpenting kita masih punya cap di tangan kita bisa ke wahana apa saja sesuka hati. Sampai cape , sampai kaki bengkak kita masih bisa main-main di Dufan jikalau cap di tangan kita masih ada.
Begitu pula di ITB. Aku udah dapet tiket gratis, aku bisa menjelajahi semua fasilitas di ITB secara maksimal, sampai puas, sampai kaki lelah untuk melangkah, sampai bosan tapi ini adalah tiket GRATIS kita. 


Bayangkan ada ribuan orang yang gagal masuk ITB karena didepak oleh kita. Oleh karena itu aku adalah harapan dari ribuan yang tersingkir itu, agar aku dapat memajukan Indonesia lewat ke-tekhnikan yang aku pelajari. Harga tiket masuk Ganesha ini tidak lah murah. Aku harus berjuang melawan keterbatasan dan sedikit kemungkinan (serasa lagu banget). 

SO.....

Tiket GRATIS ini tidak akan aku sia-siakan begitu saja. Aku baru saja menjelajah beberapa event acara kampus, itu belum cukup mengajariku tentang semua wahana disini. Masih banyak kegiatan , dalam bentuk pengabdian, penelitian dan pendidikan yang aku dapat raih disini. Alhamdulilah ibuku mendukung. Sejak kepergian bapak tiriku , ibuku menjadi orang yang terbuka sikapnya terhadap hal-hal baru. Begitu juga padaku. Begitu juga pada Tiket emasku ini. 

Walaupun aku ga yakin dapet IP tinggi disini tapi aku yakin dalam bidangku Arsitektur orang ga akan nanya berapa IP arsitek sebelum dia ngrancang rumah. 
Iya kan?
Yang akan lebih ditanya adalah 'Seberapa banyak pengalaman merancang sebuah bangunan?"
Iya kan?
Aku tahu mengalahkan IP dan otak-otak anak ITB itu tak mudah ya, mereka itu bagai dewa lah intinya.


Untungnya aku adalah orang yang cukup ambisius dan bersemangat untuk hal-hal macam ini. Kalau aku sudah punya keingingan aku akan optimis akan hasil yang aku punya. Karena "Aku yakin , Aku BISA."

Homesick

Posted by Sosiana Dwi On 2:07 am
Kalau aku sedang homesick maka:

Aku ga belajar KIMIA sama sekali
ini UTS kedua teman-teman!
UTS kedua!

harusnya aku


TAPI....
aku ga mikirin apa-apa selain RUMAH
dan segala KENANGAN-nya

KENANGAN
baik dan BURUK

Nah, yang BURUK-lah yang aku terus menerus pikirkan!
PIKIRKAN saudara-saudara!

maka KIMIA dan segala macam isinya tidak aku pikirkan!
entah mau jadi apa nilai KIMIA ku nanti!
padahal aku pengen dapet IP > atau = 3,5
hua, itu SUSAH kalau akunya kayak GINI!!

sekian deh :(

Saturday, 3 December 2011

Aku Sampah Karena Masa Laluku

Posted by Sosiana Dwi On 1:53 am
Eksterm..


Mereka merubahku pada rentang yang sangat eksterm,
aku menjadi terjerumus pada dosa yang terlanjur ternoda,
tak mengapa jika ada maaf yang kan terimaku tak hingga,
jika itu tak mengapa,


Sampah,
aku jadi sampah,
dan aku lelah, 
menjadi keluh kesah yang sangat sampah ini,
waktuku terbuang hanya untuk sampah,
dan kini aku tak beda dengan sampah,


Mereka merenggut kota mimpiku


aku benci mereka,
benci pada hal yang dulu sangat aku sayang ,
pada hal-hal yang aku kejar,
pada kebahagiaan yang fana,
pada senyum-senyum palsu,
pada janji-janji haru, 
pada sentuh-sentuh nafsu,


pada mereka yang membuatku malu pada aku yang dulu,




Kepada kota mimpiku,
aku kini sampah,
aku tahu kau tak kan pernah menerima sampah,
aku hanya ingin meminta maaf jika aku hanya sampah,
aku harap kau dapat mendaur ulangku,
memanfaatkanku,
dan maaf tulisan ini hanya sampah,


aku ga ngerti gimana cara menghukum diri sendiri T_T

  • Contact us

    Sosiana Dwi Architecture 2011 Bandung Institute of Technology