Tuesday, 5 April 2011

Trouble maker

Posted by Sosiana Dwi On 1:29 pm
Setiap malam, aku menunggu pesan singkat
Dimana waktuku dan waktumu tepat beririsan
Dalam rentang senja hingga kantuk bergelayut di pelupuk mata
Di kala segala penat ingin tercurahkan
Di kala rindu tak terbalaskan
Aku menulis salam rinduku pada keypad kesayanganku
Berharap gelombang elektromagnetik ini bersedia menjadi perantara tak terpisah jarak dua kota,
...
Menunggu tak ada balasmu
...
Masih tetap menunggu
...

Terkadang aku lelah,
Beberapa patah kata ingin terucap,
Menjadi masalah ketika ada yang hilang

Udara malam,
Kembalikan pesan-pesanku,
Lalu sampaikanlah dengan jujur

My own city,
April

Month We Through

Posted by Sosiana Dwi On 1:27 pm
I love u forever and ever,
Even this is not my first. Even this is still young. Even we are not same.
I will always find out your shadow, although now was dark

Do you remember?
At September i feel hurt,someone had been closed my eyes,then wound arround my day,
....
At October i knew you,we more close and you say hello. You was funny friend.
....
At November i was happy to see your smile hold my day in everyday
....
At December, your smile is more real than before since i knew you are the one and mine
....
At January, you give me a kiss in piece of our promise, maybe in my finger,last hand you will touch beside your Momm and your sister
....
At February, all day is Valentine, all day is ours
Even now is hard
....
At March, let me say I Love u, nice to meet you :-)
...


Nice song from my deepheart,
O&S

Aku Cemburu

Posted by Sosiana Dwi On 1:25 pm
Aku cemburu,
Pada dinding keresahan yang kutulis sendiri,
Yang kuharap melepaskan,
Sehingga membuatku lepas dari jalinan ketakutan...

Aku cemburu,
Pada bahagiamu,
Yang terlihat sempurna,
Sehingga membuatku terjebak pada "kebahagiaanku"..

Aku cemburu,
Pada undang-undang yang kau rapal,
Sehingga membuatku meneriakan undang-undangku sendiri..

Aku cemburu,
Pada sebaris angka yang dibuahkanmu,
Yang membuatmu tetap esa,
Sehingga aku lebih bisa mengerti arti usaha..

Aku cemburu,
Pada santainya aliran hidupmu,
Yang tak merasakan ini semua,
Sehingga aku selalu mengeluh akan diriku..

Aku cemburu,
Pada kata-kata tak benar yang kau lontarkan,
Yang buatku sakit,
Sehingga aku harus menutup kedua telingaku..

Aku cemburu,
Pada langit tadi pagi,
Sehingga aku harus berusaha lebih cerah darinya..

Aku cemburu,
Pada udara malam ini,
Yang tetap dingin dipanasnya masalah,
Sehingga aku harus menyelimuti emosi ini..

Aku cemburu,
Pada waktu yang terus memburu,
Sehingga aku tak boleh terpaku..

Aku cemburu,
Pada permainan yang merenggutmu,
Sehingga aku harus bersabar untuk mendapat sebuah kemenangan..

Aku cemburu,
Pada keypad yang menuliskan ini,
Yang bisa menulis alfabet,
Sehingga aku terpaksa memerlukan dan membutuhkannya..

Aku cemburu dan selalu terus-terusan cemburu,
Pada bahagia dan derita,
Pada resah dan gelisah,
Pada tawa dan canda,
Manusia memang tak ada habisnya

Tapi aku tak perlu cemburu,
Pada kecukupan,
Yang Tuhan berikan,
Sehingga aku tetap bisa berdoa dan meminta hari ini..
Terima kasih Tuhan
Aku cemburu pada mereka yang masuk surga,
sehingga...(Kau tahu jawabannya:-))

a Fat Cat

Posted by Sosiana Dwi On 1:23 pm
"Nis!" Bapakku memanggilnya. Dengan langkah yang lincah si Gemuk melangkah. Dengar kata makanan sudah menyulut meongannya.

Dia bukan jenis Garfield, tapi dia mirip. Bulu orange muda dan amat gemuk. Dia bukan betina yang sedang hamil ,dia jantan! Meski mukanya ngga lempeng tapi dia ngegemesin. Apalagi kalau minta makan. Hedew.. Sampe nangis-nangis. Aku juga, sampai emosi. Sesering orang rumah pergi ke dapur ,sesering pula ia minta makan. Kamarnya adalah dapur dan ruang makan! Menjengkelkan kalau sedang merengek, meski pintu, jendela sudah ditutup dia bisa masuk! Hebat banget. Insting laparnya kuat.

Meski amat sangat menyebalkan dia pernah menjadi pelampiasan kesebalanku. Dia itu teman curhatku. Kalau lagi ada masalah dan dia minta makan terus, huuh.. Tendang sisan! Aku omel-omelin dia. Dia ga nangis. Paling njawab meong meong. Tinggal aku yang nangis-nangis karena bete.

Hahaha. Itu pengalaman paling ngga penting dari kucing gemukku. Hahaha.

#jenuh sama try out. :p

Golongan Tengah

Posted by Sosiana Dwi On 1:19 pm
Saya menulis note ini sebagai refleksi diri sendiri dan untuk meluruskan niat saya melanjutkan pendidikan tinggi.

Aku bukanlah orang yang sangat mampu. Dalam artian mampu secara fisik atau nonfisik. Aku orang yang biasa, ditengah-tengah dua golongan itu (mampu dan tak mampu). Sederhana,itu kata buat saya dalam hal fisik. Memaksakan untuk mampu untuk jadi mampu,itu kalimat yang sekiranya cocok dalam hal nonfisikku.

Ketika berada di tengah-tengah aku pernah merasa dibawah segalanya. Tapi bodohnya aku lupa menunduk. Suatu kejadian menamparku ,ternyata banyak yang lebih dibawah daripada aku. Sangat dibawah kalau aku boleh memberi tahu. Aku sangat sangat bersyukur sekiranya aku berada di tengah dan aku menikmatinya.

Lalu aku mulai menyusun planningku. Rencana masa depanku yang akan mengubah segalanya. Ya, aku berniat mengubah haluanku. Aku bersyukur berada di tengah dan lebih bersyukur lagi jika aku berada diatas, sehingga keberadaanku mampu membantu yang dibawah. Aku bermimpi menjadi sebuah tangan yang meringankan beban di pundak-pundak yang letih jauh dibawah sana. Jika bisa,aku ingin mengubah paradigma pikiran manusia.

Untuk itu aku harus mengumpulkan energi untuk bermimpi dan menahan mimpi ini. Aku adalah golongan di tengah, bermimpi menjadi orang yang mampu secari fisik dan nonfisik. Sungguh berat menahannya. Bila kau tanya sungguh malu ku menjawabnya. Ketidakmampuanku rasanya makin menyudutkanku. Mimpi itu begitu sering tertiup angin. Aku takut patah. Aku ingin mimpiku tumbuh tinggi dan berbuah.

Aku hanya ingin mengubah. Aku hanya bermimpi menjadi AGENT OF CHANGE!
Seterusnya kukembalikan ke Tuhan.

Pbg, 28 Feb '11

Sunday, 20 March 2011

UNDIP Sarat Unsur Fremansory?

Posted by Sosiana Dwi On 4:45 pm
Beberapa hari yang lalu penulis berkesempatan studi banding di Kampus Tembalang Undip. Terlihat bahwa beberapa bangunan baru telah atau hampir selesai dibangun. Menurut rekan penulis, seorang mahasiswa Undip, memang Undip sedang dalam masa pembangunan semenjak beberapa fakultas pindah ke Tembalang.Penulis sempat berkeliling kampus melihat bangunan-bangunan yang ada. Beberapa bangunan di Undip tampak aneh menurut perspektif penulis. Rasa-rasanya kok hampir mirip-mirip dengan simbol-simbol Gerakan Freemason.Bagi pembaca yang pernah berkunjung ke Kampus Tembalang Undip, pertama masuk pembaca akan melewati sebuah gerbang masuk Kampus Undip. Keanehan pertama adalah diatas gerbang terdapat besi-besi yang tersusun berbentuk piramida. Untuk lebih jelasnya silakan lihat foto dibawah ini.

Pertanyaannya adalah mengapa bentuknya piramida? Penulis pun tidak tahu menahu apa filosofinya, apalagi penulis sendiri bukanlah seorang mahasiswa Undip. Jika berbicara tentang piramida memang ada kabupaten di Yogyakarta yang memakai simbol piramida/segitiga (kalau ndak salah Kab. Sleman). Tetapi kemungkinan besar hal tersebut adalah representasi dari Gunung Merapi. Nah, kalau di Semarang adakah gunung segagah Merapi?Bangunan yang lainya adalah Masjid Undip. Bangunan inilah yang paling mirip dengan simbol Gerakan Freemason. Pasalnya bangunan ini memiliki atap berbentuk piramida yang terpotong. Hampir mirip dengan simbol piramida terpotong pada uang pecahan satu dollar Amerika. Lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini

Jika dilihat dari kejauhan masjid ini akan seperti bangunan piramida Mesir. Yang lebih mencengangkan lagi adalah jika masjid ini dilihat di malam hari, efek lampu yang didapat seperti mata satu dalam uang satu dollar. Lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

Kemudian masjid ini memiliki tiang dikanan kirinya jika dilihat dari salah satu sisi, tetapi tidak terlihat seperti tiang masjid pada umumnya. Tiang masjid ini nampak seperti simbol tiang kembar Gerakan Freemasonry. Lihat foto dibawah ini dan bandingkan.













Lebih mengherankan lagi dalam masjid itu minim sekali terdapat lambang keislamannya, tidak seperti masjid-masjid pada umumnya.Bangunan lainnya yang menurut penulis berkaitan dengan simbol freemason adalah Gedung Serba Guna Undip yang berada di depan SPBU dekat pintu gerbang Undip. Jika dilihat dari depan. Akan terlihat seperti simbol bintang david. Lebih jelasnya lihat gambar.



Nah, kemudian gedung baru Fakultas Hukum Undip. Dimana arsitekturnya sangat mirip dengan kuil pagan (kuil penyembah berhala) era Romawi. Kemudian di atasnya terdapat simbol lingkaran mirip simbol dewa matahari Mesir Kuno (Amon Ra). Bandingkan saja kedua gambar dibawah. Antara gambar di gedung dengan gambar diatas kepala Amon Ra





Yang terakhir adalah apakah ide pembuatan gedung kembar (yang belum jadi) di Undip juga berkaitan dengan tiang kembar?Sebagai penutup, penulis menyadari tulisan ini akan mengundang ketidaknyamanan, terutama bagi civitas akademika Undip. Penulis hanya sekedar menjelaskan apa yang penulis lihat dan ketahui, serta sifat notes disini hanya bersifat praduga. Memang belum terbukti, bahkan penulis tidak berharap hal ini adalah benar. Sebab, jika hal ini benar berarti Undip sebagai kawah candradimuka pemimpin-pemimpin hebat Indonesia sudah berada dibawah genggaman Gerakan Freemason dengan agenda besarnya yang sangat keji.Vico L. IpmawanPegiat Pena Profetika Yogyakarta




Repost

Friday, 25 February 2011

Filosofi Cat Minyak

Posted by Sosiana Dwi On 3:40 pm
Sabtu siang,pelajaran terakhir, di salah satu ruang sekolah yang menguar bau terpentin kami memulai. Kanvas putih bersih itu akan kami lukai. Dengan tajamnya batu grafit yang kami asah tajam.
Kami tak terlalu pandai untuk memulai. Bahkan kami takut untuk memulai. Padahal kami punya sketsa-sketsa indah di kepala kami. Akan lukisan yang berwarna-warni, tentang air yang mengalir di lembah surga atau pelangi yang membias di kaki langit. Dengan berat hati kami hitamkan kanvas putih kami. Seperti halnya bagaimana kami memulai mimpi kami, dengan angan-angan yang begitu indah namun terlalu sulit untuk memulai. Awal dari mimpi adalah memulai.

Sesudahnya kami menyadari sketsa kami paling tidak persis seperti bayangan kami. Walau ada benjolan cacat di beberapa tempat namun inilah pondasi kami untuk memulai. Garis hitam batu grafit sebagai pembatas kefokusan kami. Kami pemula yang menyadari ada aturan-aturan nan mengikat. Suatu saat kami secara tak sadar tahu akan batas garis itu, nanti. Karena kami masih terikat peraturan.

Ya,kami punya pola itu, kami punya masalah itu. Yang kami butuhkan hanya cat-cat berwarna yang menempel pada kuas kami. Kami punya tangan untuk mewarnai kanvas putih kami. Mungkin dengan warna-warna cerah maupun warna nan suram. Tapi itulah kami, mengisi kekosongan pola hidup dengan jutaan pigmen warna. Perwujudan mimpi kami akan hampa tanpa warna itu.

Sesekali kami butuh minyak terpentin untuk melepas kepenatan hubungan kami, cat minyak itu. Di palet itu kami bercampur menjadi satu dari beribu. Seperti hari-hari kami karena bersama. Kami berbeda namun berwarna.

Lihatlah,lukisan kami. Kami pemula, namun lihat. Oh, mungkin tak seindah bayangan kami sebelumnya. Tapi setidaknya kanvas kami indah berwarna akan warna-warna yang sembarang kami tempakan. Bukan putih yang membosankan. Usaha kami akan keberanian memulai.

Dan lihat satu diantara kami bahkan mendapatkan lukisan lebih indah dari bayangannya. Ia berani mengekspresikan warna. Dan ia dapat hasilnya. Maka sesungguhnya bukan seberapa bagus kita memimpikan sesuatu namun seberapa besar usaha dan keberanian kita. Karena kami punya warna yang memperindah kami.

Bagiku ini adalah filosofi melukis dalam kanvas.

Dedicated for XII science 4,Bandit.

Travelling with Me

Posted by Sosiana Dwi On 3:29 pm
Rindu.
Rindu sekali kaki ini menjejak di negerimu, di kotamu. Aih, sekarang ini aku tak ada waktu untuk kembali mengunjungi negeri Piramid nan elok itu, yang dibelah sungai Nil nan panjang. Aku ingin kembali merasakan hawa terik udara gurun. Dan berteduh di Universitas islam tertua sembari menikmati kurma. Ya walau kini harus tergoyahkan pemberontakan namun aku tetap rindu tempat itu. Mesir membawaku membenamkan diri pada kekhusukan.




Tak hanya disana, mataku pernah tertuju tingginya puncak Effiel. Menikmati musim semi dan jatuhnya salju pertama. Tak lupa mengapresiasi lukisan, teatrikal, karya seni yang membuat negeri ini indah. Dan pelajar di seluruh dunia mengiblat padanya, menimba ilmu, begitu pula aku. Paris, Perancis namanya,jika kau ingin tahu. Langkahku juga membawaku keliling eropa dan juga Afrika. Pasti kau belum merasakannya.




Oh ya, aku juga ingat liburanku bersama Pi di Bollywood. Kami berpetualang menyeberangi Samudra Pasifik selama tujuh bulan. Menantang, menggetarkan, mendebarkan, ingin kuulang. Argh.
India sampai Kanada aku bercerita.




Tau Monalisa? Ah. Karyanya pernah membuatku jalan-jalan gratis menapaki perkumpulan gelap Iluminati, Opus Dei, dan ah, kamu tak merasakan tantangan ketika aku di Inggris.




Lagi dan lagi saat menikmati lepas hujan, bersama pelangi nan pendah di sekolah reyot. Aku tak mungkin lupa bau timah yang menguar di sepanjang jalan seiring bau semangat anak-anak desa yang terbakar matahari. Aku juga pernah mengendarai sepeda tua itu 80km. Warung-warung kopi berjejer. Mozaik yang kususun di Belitong.



Tapi itu dulu. Saat aktivitasku tak diusik perjalanan ke laboratorium untuk membedah DNA dan RNA. Terkadang mereaksikan aldehid dengan reagen fehling dan Tollent. Mencoba mencari gravitasi atau kecepatan mendekati cahaya. Sibuklah aku menjadi ilmuwan.

Hobiku itu traveling kawan. Menyenangkan bukan? Gratisan lagi. Aku ingin dan ingin. Jika kamu tahu tiketnya kamu pasti ingin berpetualang denganku. Murah kawan.
Datanglah ke perpustakan atau toko buku terdekat.
Buku jawabnya.

Surat Saya untuk Anda

Posted by Sosiana Dwi On 3:19 pm
Assalamu'alaikum,

Sekitar duaratus dua puluh limaan lembar halaman itu telah saya baca. Tapi bukan tentang pelajaran yang seharusnya saya baca mengingat saya sudah kelas tiga, mendekati UN. Yang saya baca adalah lebih itu. Sebuah pelajaran yang tak akan saya temukan pada buku science atau fotokopian jam ke-0 manapun. Sebuah pelajaran pengalaman.

Lantas saya amat berterimakasih pada saudara yang selanjutnya saya panggil Anda. Karena halaman Anda menginspirasi dan sedikit banyak memotivasi saya. Anda adalah guru pengalaman saya saat ini. Guru yang tak menggurui, tapi memahami.

Bahasa yang Anda gunakan sederhana, namun diksinya indah. Ide-ide yang Anda sampaikan pun 'out of the mind' namun mudah saya tangkap dan saya kebanyakan setuju dengan Anda meski saya tak berkomentar apa-apa. Entah mengapa saya menyukainya walau hanya di hati saja (tanpa tindakan mengacungkan ibu jari). Sebab Anda mentransfer ilmu dan ide Anda tidak secara menggurui. Dibanding orang yang terlalu menekan dan cenderung menyalahkan bahkan menjatuhkan pihak lain. Ya,saya sangat suka tulisan Anda. Anda telah mengubah saya dalam waktu sehari.

Tetapi saya ragu untuk mengungkapkannya secara langsung. Karena mungkin kita berbeda hal. Terlebih saya tidak terlalu mengenal Anda sehingga saya canggung. Dan terlihat dari karyanya, Anda adalah orang yang serius sedang saya orang yang suka bercanda. Maka dari itu saya membuat surat kaleng ini untuk Anda. Sebenarnya tak perlu juga Anda membaca. Boleh dibuang jika memang sembarang. Tapi saya hanya ingin menulis tentang Anda. Semoga surat kaleng dibawa oleh angin menuju beranda rumah Anda. Dan semoga Anda suka dengan 'didikan' Anda.

Purbalingga,6 Februari 2011
ttd,
Sosiana Dwi N.

#hanya sebuah ilustrasi.

Si-X

Posted by Sosiana Dwi On 3:17 pm
Sebut saja dia x. Dia itu berangan bebas, lepas, kadang tak terjangkau. X ingin berjalan-jalan ke seluruh negeri impian dimana semua alfabet berada. Dia ingin merasakan hembusan persahabatan, langkah kebebasan, pengalaman yang berwarna-warni. Dia ingin dan sangat ingin. Sayangnya x adalah orang desa nan jauh dari kota. Bukan, bukan itu alasan dia tak bisa menggapai inginnya. Dia hanya sekedar takut untuk melepas rantai-rantai yang mengekangnya kuat. Terlebih akan aturan yang ada.

Pernah suatu kali x mencoba mencicipi yang dia inginkan. Sebuah kebebasan yang menyenangkan, tentu dibawah semua aturan yang dia ketahui. Namun, rantainya lah yang akhirnya mengambilnya. Rantai-rantai itu takut menyakiti x jika dia bebas. Yang x tau hanya rantailah yang sebenarnya menyakiti hatinya.

X bukanlah orang yang menyerah pada keputusasaan. Dengan beberapa tipu daya ia mengelabui rantai. Ia kembali bebas, walau dalam hati tak tenang. Dan lihat, sang rantai begitu kecewa dan khawatir pada x.

Kini x menyadari. Rantai baik sekali padanya. X tak ingin menyakitinya lagi. Sehingga x menutup dirinya dari kebebasan. X menemukan alat yang cocok untuk melepaskan nuraninya. Dengan secarik kertas kumal ia menulis baris, deret dengan semua alfabet yang ia kenal. Namun dengan misterinya ia menulis namanya pada beberapa tempat. X dan x dan x.

X adalah orang yang bebas, meskipun ia terikat. X adalah misteri yang memikat. Setiap orang memikirkannya, tapi x adalah misteri.

An answer ur question.

  • Contact us

    Sosiana Dwi Architecture 2011 Bandung Institute of Technology