Saturday, 29 June 2013

The Help (2011)

Posted by Sosiana Dwi On 5:28 pm
Untuk pertama kalinya aku ingin menceritakan apa film yang pernah aku tonton dan pengalaman ruang apa yang terjadi.  Membaca artikel semacam ini mungkin sudah seperti membeli baju di supermarket, banyak yang serupa. Dan terkadang bajunya di jual di Pasar Gedebage saking terlalu banyaknya dan beberapa diantaranya tak layak pakai. Aku hanya ingin lepas dari itu semua, well. This is my blog, and this is also my hobby. So, I hope you won't intterupt my pleasure. Haha

The Help (2011)

Film ini menceritakan tentang betapa rasisnya kehidupan di Jackson, Mississippi mengenai warna kulit. Warga kulit hitam diceritakan selalu menjadi budak di rumah-rumah kulit putih. Tak hanya itu kulit hitam diumpamakan menjadi semacam anjing, yang disayang-sayang karena kelucuan dan bisa dijadikan penjaga keamanan namun juga kadang dihinakan dengan memakainya dalam umpatan, dan sering disebut penyakitan.

Diceritakan Aibileen yang diperankan oleh Viola Davis (dan aktingnya sangat bagus) adalah kulit hitam yang menjadi pembantu rumah tangga di keluarga Leefolt. Pekerjaan yang paling sering ia lakukan adalah merawat anak-anak dari majikan mereka, yang jarang terurus oleh ibu kandungnya. Total sudah 17 anak kulit putih yang ia rawat, yang pada akhirnya beberapa diantara mereka justru merendahkannya ketika mereka beranjak dewasa. Diceritakan pula Minny Jackson adalah pembantu keluarga Hilly sekaligus teman baik dari Aibileen. Minny dipecat dari rumah majikannya hanya karena menggunakan toilet rumah Hilly, yang dianggap akan menyebarkan penyakit membahayakan bagi kulit putih. Dan Wow nya adalah saking strictnya masalah toilet si menyebalkan Hilly sampai memberi tanda tissu toilet mereka dengan pensil. Hak asasi manusia untuk kulit hitam tak hanya sampai disitu, ternyata ada banyak yang mengalami hal serupa. Hal ini yang membuat Skeeter yang diperankan oleh Emma Stone, seorang kulit putih baik hati tergerak untuk menuliskan perasaan menjadi kulit hitam dalam sebuah buku. Awalnya sempat mengalami penolakan dari narasumber kulit hitam, yang tentu saja akan membuka banyak aib kulit putih yang tentu saja melanggar hukum saat itu. Mungkin sudah saking keselnya akhirnya mereka mau di wawancara itu pun secara diam-diam dengan nama samaran.

Banyak konflik dan drama yang terjadi dalam proses pembuatan buku itu, dari mulai gejolak si Hilly yang sekaligus teman baik Skeeter, ketidak sukaan kulit putih atas apa yang dilakukan Skeeter, tuduhan bohong untuk para kulit hitam dan semuanya membuat kita menyadari apa yang terjadi saat adanya apartheid dahulu kala. Terbuai emosi sih. Sampai akhirnya buku The Help yang Skeeter atas kerjasama teman kulit hitamnya lakukan muncul membuat turning point bagi kehidupan kulit hitam sekaligus kulit putih.

Dan endingnya tidak akan saya bocorkan sebelum yang baca blog ini nonton sendiri. Haha. Karena namanya juga film, gak akan seru kalau Cuma diceritakan, itu jadi bagiannya novel aja deh. Dan ternyata film ini adalah adapatasi dari novel karya Kathryn Stockett. Secara keseluruhan aku bilang film ini masuk nominasi keren versi saya. :)



sumber : https://www.google.com/search?rlz=1C1CHKB_idID505ID505&q=the+help&ion=1&bav=on.2,or.r_cp.r_qf.&bvm=bv.48572450,d.bmk&biw=1366&bih=624&um=1&ie=UTF-8&hl=id&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi&ei=W7bOUYmKFo6QrgfcvYGwAQ#facrc=_&imgrc=OnWT8ALywDJqRM%3A%3BcJJdh4IFfAbSFM%3Bhttp%253A%252F%252Fpeterviney.files.wordpress.com%252F2012%252F01%252Fthe_help01.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fpeterviney.wordpress.com%252Ffilm-theatre-reviews%252Fthe-help%252F%3B1280%3B1024

Sketsa-sketsa Mimpi, akan membawamu ke imajinasi penuh impian dalam sketsa kasar manusia

Thursday, 13 June 2013

Menjadi Berprestasi

Posted by Sosiana Dwi On 3:48 pm
Manusia-manusia kecil dalam otakku sudah lelah berkata-kata tapi jari-jari ini sedang enggan menuliskannya. Pada akhirnya banyak cerita yang hanya menjadi angin lalu saja saking ia telah lama dianggurkan. Bukan karena aku tak ingin berbagi, tapi ini bermula dari kemalasan diri.


 Aku ingin bercerita tentang sebuah fanspages asal yang aku buat bernama i-nyong Purbalingga yang sekarang aku ganti namanya menjadi i-nyong Berprestasi. Aku menyadari bahwa sebuah informasi, pendidikan dan pengalaman berharga mahal. Aku baru menyadarinya ketika itu semua baru aku rasakan atau ketika aku tidak menerimanya, ada suatu hal yang hilang dan itu adalah sesuatu yag sangat berharga lebih dari emas dan mutiara.

Ketika aku kecil aku hobi membaca dan membuka sebuah dunia yang baru, namun keterbatasan yang mengungkungku dalam suatu desa membuat bahan bacaanku tak pernah beranjak jauh. Syukurlah saat itu aku dikenalkan dengan majalah yang bernama Bobo, dari situlah aku banyak melihat dunia apalagi dunia masa kecilku. Di Bobo tentu saja banyak fasilitas yang ada di Kota dan aku tak pernah merasanya.

Menginjak usia SMP aku bersekolah di kota kabupatenku Purbalingga. Disitu aku sangat menyadari bahwa aku benar-benar kurang pergaulan apalagi di hadapkan dengan lingkungan kota. Satu semester pertama aku melalui proses adaptasi yang panjang dan cukup melelahkan sampai kata "bullying" pernah aku kecap.  Tak banyak teman-temanku dari desaku yang bersekolah di kota, sampai aku sadar ada gap antara aku yang belajar di pusat pemerintahan (walaupun itu sebuah kabupaten) dengan teman-temanku dahulu yang berada di daerah yang jauh dari keramaian.  Bisa dilihat dari hasil pencapaian prestasi yang selalu diboyong oleh sekolah kota.  Saat di SMP itu aku merasa kehilangan masa SD-ku yang jika ditelusuri bisa saja dahulu aku berprestasi, hanya saja karena kekurangan informasi di daerah desa sepertiku tak tahu apa-apa.

Dan kini ketika aku menginjakan kaki di perguruan tinggi di kota Metropolitan, Bandung aku merasa gap itu jauh bertambah banyak. Seolah-olah waktu tempuh 8 jam Bandung-Purbalingga telah menenggelamkan segala informasi. Aku tidak tahu apakah karena aku dulu kuper atau memang beginilah keadaannya. Fasilitas yang aku dapat dari kampus begitu mewah. Informasi, pendidikan, inspirasi, diskusi berjalan setiap saat. Semua berpacu asal memiliki inisiatif yang tinggi.

Berteman dengan teman baru dengan latar belakang yang beragam membuatku tersadar banyak sekali cerita di luar sana. Ada yang menggetarkan, kadang tak masuk akal, semua ada dengan probabilitas dengan nilai permutasi tinggi. Di kampus pula aku menemukan banyak orang hebat yang menginspirasi. Tentu saja mereka tidak serta lahir dengan cerita  yang luar biasa. perjalanan lah yang membuat beberapa dari mereka menjadi orang hebat. Perjalanan itu selalu berasal dari pendidikan dan pengalaman sebelumnya.

AFS Bina Bangsa, pertukaran pelajar, Forum kepemudaan, Conferences, summit, MUN, beasiswa ke luar negeri. Sesuatu yang baru pernah kudengar ketika aku memasuki pagar kampus.

Pertanyaan yang mendasar, "Kemana saja aku selama ini?"

Aku tak ingin pertanyaan yang sama selalu diucapkan kepada anak daerah sepertiku ketika menginjak dunia penuh informasi ini lalu hanya berujung kepada penyesalan yang terus menerus berulang;. Harus ada gunting yang memutusnya, harus ada yang melek dunia sebelum masa muda tercerabut berganti ke dunia yang lebih kompleks. Mumpung masih muda kita nikmati dunia dengan berprestasi, dan mumpung masih muda gunakan darah muda ini dengan pengalaman yang mendebarkan.

Awalnya aku tak tahu mau apa. Merutuk dan berandai-andai ternyata tak memberikan banyak gerakan. Untungnya dalam Indonesian Youth Forum 2013 yang kuikuti kemarin di Bandung telah mempertemukan dengan banyak pemuda yang tak hanya berandai namun juga beraksi. Benar kata Adenita, penulis buku 23 Episentrum, cara untuk mempertahankan passion adalah berteman dan memperluas jaringan dengan orang yang sepassion.

Aku bertemu dengan Siti Kholifatur R. Yang mengembangkan sebuah kegiatan  berbasis pendidikan untuk kotanya tercinta , Ponorogo. Pendidikanponoro.org dan FFI Ponorogo adalah bukti nyatanya , yang ia mulai bahkan ketika ia masih SMA. Meskipun sekarang ia sedang belajar di negeri Jiran sebuah jarak tak membuat itu sebuah masalah. Pendidikanponorogo aku terinspirasi darinya. Tak luput Ananto Indra, yang ternyata anak himpunan tetangga dengan Ayo Masuk Kuliah Indramayu-nya, membuat aku berpikir untuk memfusikan komunitas dari berbagai universitas dari beragam kota.

Malam itu aku random, berpikir iseng dengan pedoman www.pendidikanponorogo.org nya Siti , dengan tindakan yang cukup impulsif aku mencanangkan fanspage i-Nyong Purbalingga dengan nama yang tak lebih dari lima menit aku dapat. Desain logonya pun tak sampai sejam aku buat asal. Tapi malam itu juga aku bertekad untuk menyebarkan informasi pendidikan ke seluruh tanah Purbalingga. Biar tak ada lagi orang yang tak berkuliah hanya karena tak tahu ada beasiswa, bahwa ada kesempatan di luar sana yang orang tak ketahui. Agar tak semua perempuan di Purbalingga jadi buruh  rambut yang  merusakan matanya beberapa tahun ke depan, cukup aku yang berminus 5 ini merasakan. Aku ingin Purbalingga hanya bisa dicap sebagai kota mendoan, Sumanto maupun bulu mata tapi juga dikenal dengan prestasinya.Aku ingin Purbalingga memiliki anak SMA yag juga bisa exchange ke Singapore, Malaysia, Eropa dan seluruh penjuru dunia, bisa ikut conferences nasional ketika masih putih abu-abu, bisa juara debat sampai di universitas terkemuka, ikut lomba desain sampai nasional, karya tulisnya sampai ke Rusia dan mimpi terbesarku semua siswa punya kesempatan itu. 

Aku berusaha sendirian, karena takut kalau aku menunggu teman aku hanya digantungkan ketidakpastian, dan ideku hanya menjadi abu yang terbang.  Aku berharap ada teman-teman mahasiswa yang juga berpikiran sama dan mau membantu dengan saling sharing juga namun sepertinya fp ini masih terlalu dini dengan publikasi yang kurang. Baru terkumpul 139 likes dengan persebaran yang aku kira tidak mera hanya di kota saja. Padahal aku berharap adik-adik dari Kejobong, Karangmoncol, Kutasari, dll bisa bangkit bersama dengan adik yang di kota.

i-Nyong Berprestasi dengan yang bermakna inspirasi, informasi sekaligus internet sebagai cara teknologi untuk memudahakan semua orang dapat berprestasi. Aku berargrumen facebook adalah cara termurah dan termudah , dan semua anak bisa mengaksesnya. Platform facebook yang pertama kucoba, lalu kemudian twitter dan untuk kedepannya aku berharap dapat membuat website yang bisa memudahkan dalam penyimpanan direktorinya. i-Nyong Berprestasi berusaha tak hanya memberikan informasi namun juga inspirasi beberapa orang Purbalingga yang sukses.

Tapi semua itu hanya mimpiku saja adanya. Jika hanya ada satu orang yang mau berusaha,  aku hanya sebatang lidi. Aku tak akan bisa menyapu ratap dan resah ini, maka diri itu bantu aku menjadi lidi-lidi yang lain untuk menjadi sebuah sapu. Atau bantu aku menjadi obor, alih-alih hanya jadi lilin.

Semua itu bisa teman, karena berbagi informasi itu mudah, dan berpahala tentunya. :)



Salam Berprestasi,
Sosiana Dwi Ningsih
anak Bandingan, Kejobong, Purbalingga yang mengenyam pendidikan arsitektur di Menara Gading 





Jika kamu ingin terhubung dengan fanspage i-Nyong Berprestasi kunjungi link berikut https://www.facebook.com/purbalinggainyong atau follow twitternya di @inyongprestasi
Sketsa-sketsa Mimpi, akan membawamu ke imajinasi penuh impian dalam sketsa kasar manusia

Friday, 10 May 2013

Bike Bdg

Posted by Sosiana Dwi On 2:26 am

Kota Bandung memang dirancang sebelumnya sebagai tempat perisitirahatan bagi para meneer Belanda. Tak ayal, jalanan kota Bandung khususnya yang bagian Utara berukuran kecil-kecil. Tak pantas jika kita tilik Bandung yang kini sudah bisa dibilang kota Metropolitan dimana kendaraan beraneka rupa melintas. Dimensi kendaraan roda empat tak sebanding dengan jalanan. Maka kita akan sering melihat kemacetan tak berarti di beberapa sudut di Bandung ini.

Melintasi udara Bandung nan sejuk ini sayang jika dilewatkan melalui kaca-kaca jendela mobil. Cobalah sekali-kali melewatinya diiringi sepoi-sepoi angin yang bertiup alami di kanan kiri kita. Ya, bisa juga melewatinya dengan sepeda. Saya sempat membeli sepeda dan merasakan hal yang menyenangkan disini. Tubuh terasa bugar walaupun beraktifitas seharian, dan bisa melihat kota Bandung dari perpektif yang berbeda. Sayangnya hal ini tak berlangsung lama karena sepeda yang sudah jadi alat transportasi beberapa minggu ini hilang dicuri orang.

Kesedihan karena kehilangan sepeda ternyata digantikan oleh komunitas kreatif Bandung. Komunitas yang menamakan dirinya Bike Bdg menempatkan beberapa shelter sepeda yang bisa dipinjamkan ke pada khalayak umum. Cukup dengan menitipkan kartu identitas maka kesempatan untuk berkeliling Bandung dapat terpenuhi. Satu jam hanya dikenai tarif tiga ribu rupiah. Murah kan? saya jamin tak hanya murah yang akan Anda dapat tapi juga sehat.

Shelternya ada di beberapa titik antara lain di depan kampus ITB di Jalan Ganesha, di Balubur, di Simpang Dago, di Jalan Dipati ukur dan di Buahbatu.




Sketsa-sketsa Mimpi, akan membawamu ke imajinasi penuh impian dalam sketsa kasar manusia

Poster 2200

Posted by Sosiana Dwi On 1:57 am
Yea, proudly present sebuah mahakarya Sosiana di tugas terakhir di tahun akademik 2012/2013 di program studi Arsitektur.  Kyaaaa, maaf lebay rasanya. Ini bukan masalah hasil teman, tapi mengenai proses dimana aku menempatkan diriku sangat amat keras di prodi ini dengan persaingan sekelas anak-anak gajah ganesha. Awalnya megang software komputer macam SketchUp, Corel Draw, Photoshop adalah hal yang amat sangat tabu bagiku. Tapi sekarang belajar sedikit demi sedikit secara informal individu aku bisa menguasainya, ya walaupun cuma sedikit. Terima kasih Allah :).
Perspektif Interior
Perspektif Eksterior

Poster studio 2200










Sketsa-sketsa Mimpi, akan membawamu ke imajinasi penuh impian dalam sketsa kasar manusia

Monday, 6 May 2013

Inspirasi (Sebuah Cerita yang Belum Terungkap)

Posted by Sosiana Dwi On 12:46 pm

"Kegagalan merencanakan adalah merencanakan kegagalan,"
 
Salah satu kalimat yang sebelumnya pernah saya dengar saat mengenal planologi. Beberapa kali saya pernah mengalami tes wawancara dan beberapa diantaranya menurut saya sendir bisa dikatakan gagal hanya karena kurang perencanaan. Sebelumnya terkadang saya suka latihan berdialog dengan diri sendiri dengan pertanyaan random namun ternyata hal itu kurang mengeksplore apa yang sebenarnya ada di dalam hati dan pikiran saya. Ada saja jawaban-jawaban yang karena saya kurang menggalinya terkendala unsur manusiawi manusia yaitu lupa. Pada akhirnya jawaban yang terungkap justru jawaban mainstream, buruk, yang pernah aku alami tapi bukan itu yang sangat berharga di dalam hidup saya.

Ceritanya kemarin saya yang ingin mengisi liburan 3 bulan dengan hal-hal positif mendaftar menjadi trainer untuk TPB 2013 nantinya. Setelah seleksi berkas administratif selanjutnya saya mengikuti wawancara di kantor LTPB di lantai dasar perpus pusat ITB. Beberapa pertanyaan diajukan, awalnya cukup banyak pertanyaan yang akhirnya saya jawab dengan baik. Tentunya jawaban yang memang bersumber dari saya dan "gue banget". Tapi ada beberapa pertanyaan yang harusnya mengulik riwayat hidup  dan memori-memori tentangnya entah kenapa mengabur sesaat. Saya jadi bukan say ketika menjawab tentang itu. pada akhirnya saya cukup kecewa dengan jawaban saya sendiri. Hal-hal yang berarti dalam hdup saya entah kenapa sedikit terlupakan.

Karena saya tidak ingin dikecewkan oleh diri saya sendiri sehingga menimbulkan kekecewaan yang besar ada baiknya saya menjawab pertanyaan sesi interview ini disini saja. yang penting ada yang mendengarnya. Haha.

Hal apa yang paling menginspirasi kamu?

Saya menjawab ketika membaca biografinya Soekarno yang ditulis oleh Cindy Adams yaitu Penyambung Lidah Rakyat.

Salah, setelah diselidik lagi  ternyata saya sangat sangat terinspirasi bahkan mencondongkan passion dan mimpi saya disana adalah ketika saya membaca sebuah tulisan yang pernah saya share ke blog ini. Berikut tulisan tersebut. Sebuah cerita yang menceritakan bagaimana sebuah proses seseorang mengajar dan akhirnya menginpirasi sesorang untuk terus belajar di Pulau Rote. Menebar inspirasi bisa kemana saja salah satu contohnya adalah ke anak-anak yang tertinggal di sudut terpencil Indonesia. Membaca cerita dari Pulau Rote tersebut hati saya langsung trenyuh dan tak terasa air mata meleleh. Dengan hal kecil yang pengajar itu lakukan ia telah membuka mata hati seorang anak sampai akhirnya ia berkuliah di ITB (Salah satu mengapa saya ingin berkuliah di tempat ini). Saya merasakan keberuntungan yang besar, dimana saya lahir di pulau Jawa dimana akses pendidikan dapat di temukan dengan mudah. Tapi ada kalanya saya menemukan seorang inspirasi yang langsung memberikan cahayanya. Dan dengan keberuntungan yang saya terima saya juga ingin membaginya ke seluruh penjuru tanah air.

Inspirasi saya yang kedua adalah cerita mengenai Prof. Yohanes Surya yang mengambil sample anak di bumi Papua. Ia mengambilnya secara random, bukan karena anak itu cerdas bukan pula karena ia adalah anak kepala suku atau bukan pula yang berkulit putig. Sekali lagi saya sebut secara random. Beliau mengambil mereka untuk kemudian diajari matematika dasar sampai matematika yang sangat lanjut selama kurang lebih 3 bulan!! Dan bayangkan seorang anak yang dulunya menghitung matematika dasar sekelas penjumlahan bernilai puluhan pun tidak bisa sekarang merupakan jawara olimpiade nasional. Tak tanggung-tanggung ia mendapatkan medali perak. Cerita selengkapnya bisa dilihat disini. Fakta yang sangat menginspirasi bukan? Mereka dengan standarisasi yang sangat berbeda jika dibandingkan di jawa misalnya bisa menjadi seorang yang cerdas luar biasa. 

Bisa dibuktikan bahwa benar kata Leonardo Da Vinci, bahwa "kecerdasan tidak dilahirkan, namun diciptakan,". Manusia lahir cerdas bukan karena gen orangtua, suku, bangsanya saja tapi juga karena usaha untuk terus menerus belajar. Ilmu itu dicipta.

Menurut salah seorang jurnalis kemanusiaan yg pernah mengisi seminar Humans (saya lupa namaya) pilar-pilar kehidupan negara itu kan ada di sudut-sudut negara. Kalau gak ada sudut negara maka negara gak akan bisa berdiri, ya kan?  Analoginya sama kaya bangunan, kalau tidak ada kolomnya maka ia tidak akan berdiri kokoh. Nah sudut-sudut itulah yang kita kenal dengan pelosok bangsa ini, yang justru malah terlupakan dan terkucilkan.

Untuk itulah cerita-cerita diatas sangat menginpirasi bagi saya. Menjadikan salah satu passion saya selama ini bahkan menuliskannya dalam mimpi saya. Menjadikan itu sebagai bahan pertimbangan mau masuk arsitektur atau planologi. Dan akhirnya saya lanjut ke arsitektur karena saya ingin mendesain sekolah yang saya ciptakan bagi anak di sudut tanah air ini. Sekolah yang sama bagusnya dengan yang ada di Jawa dengan tingkat prestise yang sama besarnya dengan SBI atau boarding school. Semua dengan desain dan pemikiran saya.

Hal apa yang pernah membuat orang lain terinspirasi dari kamu? (Pertanyaan yang lengkap saya lupa tepatnya)

Saya menjawab sesuatu yang sangat abstrak dan kesannya sangat dipaksa bahwa ada yang terinspirasi.

Setelah dipikir pun saya tidak tahu bagian mana yang telah membuat orang lain terinspirasi dari saya. Seyogyanya saya belum pernah mengadakan kuisoner mengenai hal ini kepada orang-orang di sekitar saya dan saya belum pernah mendengar cerita orang yang sangat terinpirasi. Mungkin hasil dari insirasi baru bisa keluar beberapa tahun kemudian seperti cerita Dari Pulau Rote. Tapi saya selalu berusaha untuk berpikir positif dan menceritakan segala pengalaman yang saya lakukan. Saya senang mengajari adik-adik saya di Astronomi SMA, supaya mereka lebih hebat dari saya atau mas-mas lainnya (walaupun belum bisa lolos nasional), saya senang saat becerita di hadapan ratusan anak SMA saat sosialisasi ITB ke sekolah dan menceritakan bahwa ITB ini dan itu. saya senang ketika ada anak yang akhirnya mau mendaftar ke ITB walaupun menanggap ini tantangan besar yang harus ditaklukan. Saya senang mereka bisa sama bersemangatnya seperti saya dahulu. Saya senang. Saya tidak tahu ini inspirasi atau bukan tapi saya selalu ingin membagi cerita apalagi semangat yang saya punya.

Walaupun begitu ada sesorang yang entah mengapa mengatakan ia terinspirasi dari saya walaupun saya menanggap itu bukan suatu hal yang biasanya patut dijadikan inspirasi. Saya mengaggap itu adalah apresiasi. Terima kasih atas hal itu. Dimulai dari wawancara ini saya ingin selalu menebar inspirasi meskipun itu hal sederhana saja.

Ada beberapa pertanyaan yang saya lupa untuk dituliskan. Namun kedua hal diatas adalah hal yang menjadi unek-unek hati karena belum berhasil diungkapkan. Ke depannya jika kamu ingin sukses di wawancara kamu harus sering berkontemplasi dan mengerti diri kamu seberapa besar. 

Mengerti diri sendiri adalah hal yang lebih penting sebelum mengerti orang lain. 


Selamat Pagi,

dan Semangat Menginspirasi :)



Sketsa-sketsa Mimpi, akan membawamu ke imajinasi penuh impian dalam sketsa kasar manusia

Wednesday, 24 April 2013

101 Fakta Mahasiswa ITB

Posted by Sosiana Dwi On 8:23 pm

1. Mahasiswa ITB itu merasa membuat laporan praktikum adalah hal yang lebih menyebalkan daripada ujian
2. Mahasiswa ITB itu sebelum masuk kuliah, sms teman dulu. Kalo ada kuis, masuk, kalo gak ada, ya gak masuk
3. Mahasiswa ITB itu kalo gak mandi gak ketauan
4. Mahasiswa ITB itu mandinya 2 hari sekali. Yang mandinya sehari 2 kalii, berarti gak gaul.
5. Mahasiswa ITB itu kalo mau UTS jadi agresif
6. Mahasiswa ITB itu tidak takut dengan orang gila bernama Dona yang berkeliaran di kampus
7. Mahasiswa ITB itu sukanya cewe-cewe dari SITH ama SF
8. Mahasiswa ITB itu sukanya cowo-cowo dari FTTM ama FTMD 
9. Mahasiswa ITB itu sukanya maen game online. Yang gak maen, berarti gak gaul
10. Mahasiswa ITB itu paling suka arak-arakan pas wisudaan
11. Mahasiswa ITB itu ngerasa keren kalo pake jaket himpunan jurusan masing-masing
12. Mahasiswa ITB itu kalo ulang tahun mesti diceburin ke intel
13. Mahasiswa ITB itu gak suka sama salah satu unit rektorat bernama K3L
14. Mahasiswa ITB itu kalo kuliah telat berarti baru bangun
15. Mahasiswa ITB itu kalo ngekos suka bawa kendaraan ke kampus yang bikin macet
16. Mahasiswa ITB yang gak ngekos biasanya anak baik-baik
17. Mahasiswa ITB yang pulang malem-malem berarti baru beres praktikum, main di Sunken Court, atau beres rapat di himpunan/unit (kadang sampai subuh)
18. Mahasiswa ITB itu ampir gak pernah pake jaket almamater. 
19. Mahasiswa ITB itu gak bisa bawa motor ato mobil ke dalem kampus. Yang bisa berarti gahul! (kalo ngga ortunya dosen)
20. Mahasiswa ITB itu “biasanya” nyontek kalo soal ujiannya PG
21. Mahasiswa ITB itu kalo UTS, belajarnya H-2 atau H-1. Yang belajar kurang dari itu, berarti DEWA
22. Mahasiswa ITB itu kalo pagi-pagi banyak antri di tempat fotokopian atau tempat ngeprint
23. Mahasiswa ITB yang baru naik tingkat 2 pasti nanya “kapan pelantikannya?”
24. Mahasiswa ITB yang non-himp pasti aktif di unit (kalo gak juga berarti Study Oriented banget)
25. Mahasiswa ITB cuma pake kemeja rapi saat seminar tugas akhir
26. Mahasiswa ITB suka manjangin rambut dan saat menjelang seminar tugas akhir mulai dicukur habis
27. Mahasiswa ITB itu yang naik angkot Kalapa-Dago mayoritas berenti di BIP (buat hepi-hepi kali)
28. Mahasiswa ITB itu yang lulus nyerempet2 akhir pasti aktifis kampus
29. Mahasiswa ITB itu yang aktif banget di unit biasanya jarang kuliah
30. Mahasiswa ITB yang make laptop dipojokan biasanya lagi maen game online
31. Mahasiswa ITB itu pahanya kuat-kuat karena sering naik turun tangga 
32. Mahasiswa ITB itu kalo hari Jumat suka pilih-pilih Masjid
33. Mahasiswa ITB itu kalo hari Jumat sore suka cepet-cepet pulang (buat balik ke kampung)(ini mah yang rumahnya deket)
34. Mahasiswa ITB itu kalo hari Jumat suka shopping di depan Masjid Salman
35. Mahasiswa ITB itu agak jorok sama sekre himpunannya masing-masing
36. Mahasiswa ITB itu paling sibuk hari Minggu malem
37. Mahasiswa ITB itu suka pilih-pilih SKS biar dapet tambahan hari libur
38. Mahasiswa ITB itu sering stress
39. Mahasiswa ITB itu paling sensitif ditanya IP semester kemarin
40. Mahasiswa ITB itu IPnya suka jatoh di tingkat 3
41. Mahasiswa ITB itu merasa jam bergerak lebih lambat saat sedang kuliah
42. Mahasiswa ITB itu merasa kalo hari Sabtu sangat cepat berlalu
43. Mahasiswa ITB itu paling seneng nge-bully dan ngeceng junior
44. Mahasiswa ITB itu suka ngegosipin dosen
45. Mahasiswa ITB itu paling semangat kalo lagi kompetisi olahraga (sampe kadang bolos kuliah)
46. Mahasiswa ITB itu paling seneng nge-tweet
47. Mahasiswa ITB yang sudah berpenghasilan biasanya lulusnya lama
48. Mahasiswa ITB itu seneng bikin event besar di kampus
49. Mahasiswa ITB itu paling anti menjawab pertanyaan “Malem udah belajar?”
50. Mahasiswa ITB di atas tingkat 2 selalu merasa ingin kembali ke TPB 
51. Mahasiswa ITB paling males kuliah di gedung dengan nomor 913* atau 923*
52. Mahasiswa ITB suka menginjak rumput (karena rumput ada untuk diinjak)
53. Mahasiswa ITB paling pintar menggunakan rumus Pythagoras (untuk jarak terdekat ke gedung kuliah)
54. Mahasiswa ITB yang berprestasi biasanya ditempel poster raksasa di gerbang ganesha (biar eksis)
55. Mahasiswa ITB suka “curhat” di mading
56. Mahasiswa ITB biasanya menghindar dengan mas-mas dan mbak-mbak greenpeace di gerbang depan
57. Mahasiswa ITB itu suka ngerumpi setiap habis kelas besar
58. Mahasiswa ITB itu kadang merasa bosan dengan papan tulis kapur
59. Mahasiswa ITB itu jarang demo
60. Mahasiswa ITB gak ada yang kuliah di gedung ITB yang besar di jalan Taman Sari
61. Mahasiswa ITB itu gak ada yang berani nurunin boneka beruang di pohon jalan ganesha
62. Mahasiswa ITB itu terbiasa dengan aroma tai kuda
63. Mahasiswa ITB itu sering mendengar teriakan monyet dari kebun binatang sebelah
64. Mahasiswa ITB itu kalo buka laptop di kelas biasanya buka facebook
65. Mahasiswa ITB itu kalo aktif di organisasi, biasanya pendiam di kelas (berlaku sebaliknya)
66. Mahasiswa ITB itu suka galau
67. Mahasiswa ITB itu suka nge-geng
68. Mahasiswa ITB itu suka jualan roti bernama Ciwawa (yang mana sih?) sekarang udah ganti merk
69. Mahasiswa ITB itu hampir tidak pernah mengunjungi perpustakaan pusat setelah tingkat 2
70. Mahasiswa ITB yang tingkat 4 kadang menghilang dari peredaran
71. Mahasiswa ITB itu suka rapat
72. Mahasiswa ITB yang pake jaket almamater pasti ditanya, “abis ada acara apa?” atau “Anak KM nih ye!”
73. Mahasiswa ITB itu rajin bikin group di facebook
74. Mahasiswa ITB itu suka beli game bajakan yang menyebar merata di depan kampus dan belakang kampus
75. Mahasiswa ITB itu lebih rajin mendonlot film di kampus daripada belajar
76. Mahasiswa ITB itu “membenci” hewan bernama cumi
77. Mahasiswa ITB yang pake baju kegedean biasanya anak kuper
78. Mahasiswa ITB yang pake baju kekecilan biasanya anak gahul
79. Mahasiswa ITB itu kalau hari Senin suka antri di loket beasiswa
80. Mahasiswa ITB itu rajin nyari beasiswa
81. Mahasiswa ITB itu kalau nilainya jelek suka nyalahin dosennya
82. Mahasiswa ITB itu merasa kalau beli buku text asli, berarti orang kaya
83. Mahasiswa ITB itu biasanya hampir tidak pernah nyuci jaket himpunan
84. Mahasiswa ITB itu suka hedon setelah dapat uang kiriman
85. Mahasiswa ITB itu punya cara pacaran yang aneh
86. Mahasiswa ITB itu biasanya bisa membedakan mana yang anak ITB dan mana yang bukan 
87. Mahasiswa ITB itu merasa pake sendal ke kampus adalah hal yang lumrah
88. Mahasiswa ITB itu selalu PDKT sama dosen di awal tingkat 4
89. Mahasiswa ITB itu selalu bahagia kalau sudah kuliah lapangan
90. Mahasiswa ITB itu menyelesaikan tugas pada saat H-1 jam atau H-10 menit
91. Mahasiswa ITB itu selalu mengerjakan tugas sehari sebelum hari-H, seberapa lamapun waktu yang diberikan untuk mengerjakannya
92. Mahasiswa ITB itu selalu datang ke tempat fotokopian sehari sebelum ujian
93. Mahasiswa ITB itu suka berantem sama rektorat
94. Mahasiswa ITB yang Study Oriented jarang dapet nilai A di mata kuliah olah raga 
95. Mahasiswa ITB suka melabil di tingkat 3 antara jadi SO atau Aktifis
96. Mahasiswa ITB punya KTM dengan foto yang dapat dipastikan jelek
97. Mahasiswa ITB itu merasa nganterin cewe pulang malem-malem adalah hal lumrah (yang sulit dihindari 
   )
98. Mahasiswa ITB itu kalau nginep di kosan temen biasanya belajar 10 % sisanya ngerumpi dan main
99. Mahasiswa ITB itu paling benci kuliah jam 7 pagi
100. Mahasiswa ITB itu sebenarnya manusia biasa (juga mahasiswa biasa)
101. Mahasiswa ITB itu kalau baca notes di facebook, biasanya selalu komen 


Sketsa-sketsa Mimpi, akan membawamu ke imajinasi penuh impian dalam sketsa kasar manusia

2200

Posted by Sosiana Dwi On 2:23 am
Perspektif eksterior 1

Perspektif Eksterior 2

Denah Kasar

#studio #2200 #Arsitektur #ITB #rumahtinggal


Sketsa-sketsa Mimpi, akan membawamu ke imajinasi penuh impian dalam sketsa kasar manusia

Friday, 5 April 2013

Cerita Saya dan Korupsi

Posted by Sosiana Dwi On 11:16 pm


Pekan lalu aku ke rumah nenek yang berada di Pekanbaru. Alasan utamanya bukan untuk berlibur namun untuk menghadiri pernikahan kakakku di rantau sana. Masalahnya pekan itu pula aku tidak sedang libur sehingga secara otomatis statusku selalu absen di setiap daftar hadir di kelas. Jadwal ke bolosankuu ternyata bentrok pula dengan jadwal  penandatanganan surat bermaterai yang diadakan oleh Lembaga Kemahasiswaan (LK) kampus untuk beasiswa yang aku terima, Bidik Misi.

Mendapat informasi mengenai agenda itu sedangkan aku sudah mengagendakan kegiatanku jauh-jauh hari seolah tak ingin repot. Catat ya, bermula karena TAK INGIN REPOT. Aku pun mengamanahkan teman dekatku untuk berpura-pura menjadi aku dan menandatangani surat bermaterai tersebut. Aku yang sedang berada di seberang pulau tentu tidak tahu menahu keadaan kampus. Yang aku tahu tanda tanganku tidak akan bermasalah dan tentu saja tidak akan membuat masalah bagi para penerima beasiswa lainnya. Karena biasanya ada keterlambatan satu orang saja maka seribu orang akan menunggunya. Yang jadi masalah tunggu-menunggu ini masalah UANG kuliah dan UANG hidup. Intinya masalah UANG sih yang akan selalu jadi akar permasalahan d segala bidang.

Singkat cerita saja ternyata karena kesalahpahaman maka rencana picikku tidak berhasil lancar. Karena ada dua temanku yang ternyata bersedia bertanda tangan untukku sehingga aku memiliki dua tanda tangan yang berbeda dan kedua-duanya bukan berasal dari tangan si empunya yaitu aku. Niat ini tercium. Mereka tentu saja berang dengan sikapku ini sampai akhirnya hampir saja beasiswa yang telah menghidupku selama berbulan-bulan di kampus yang katanya "Termahal" bangsa ini dicabut. Mendengar kabar itu hatiku kecut namun aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku merasa antara tak beruntung karena operasi kecil-kecilan ini gagal dan merasa berdosa juga. Semua lebur jadi satu yang menjadikan aku hanya diam termenung.

 "Kamu sudah memalsukan data, memalsukan tanda tangan, membuat beasiswa terlambat," ujar Ketua LK. Sampai akhirnya aku diharuskan menuliskan surat pernyataan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan apabila iya aku harus rela beasiswa ini dicabut.

"Adek kalau misal ada masalah bilang saja ke sini. Yang penting mah komunikasi. Kita mah nggak bakal ngelarang adek mau kemana juga. Kemarin ada yang ke Cisarua tapi mereka ngomong ke kita dulu," bapak di LK yang lain menasehati. Aku hanya menganggukan kepala bertanda iya. Dalam hati aku menyimpan sesal, malu, dan yang paling dalam adalah rasa bodoh tak terkira.

"Bukan apa-apa dek. Ini kan kampus pendidikan. Kita gak cuma mengurusi administrasi saja tapi juga mendidik perilaku mahasiswa. Salah satunya ya ini." lanjutnya.

JLEB.

Rasanya ada pahu godam yang memukul kesadaranku. Menuliskan satu demi satu kata membuat aku menyadari aku telah berbuat salah yang sangat tolol. Menulis satu per satu kata si surat permohonan maaf itu membuat aku menuliskan daftar panjang hal yang paling memalukan dari diriku. Seakan baru sadar dari sisa mabuk aku terbangun dan merasa menyesal dari hati paling dalam. Air mataku meleleh namun ku tahan.

--

Esoknya tak sengaja aku melihat tayangan di Youtube yang menayangkan tentang video rekaman seorang polisi yang tertangkap sedang menilang seorang bule yang tidak mengenakan helm. Alih-alih menilang dengan alasan hukum ia malah mengantongi sejumlah uang dari pekerjaan tersebut. Bahkan ia mengajak sang bule untuk minum bir di pos saat sang polisi sedang bertugas di Lio Square Bali. Naasnya bule tadi adalah seorang jurnalis Rusia yang sedang melakukan liputan mengenai acaranya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di video ini

Tindakan sang polisi tadi adalah suatu hal biasa di tengah masyarakat Indonesia.  Orang ditilang lalu membayar uang kompensasi yang ujung-ujungnya bukan ke kas negara malah bisa jadi masuk ke perut buncit petugas. Kongkalikong  sudah tertutup dengan label keramah tamahan. Bagi kita inilah yang kita nilai dari perilaku kita. Suatu bal yang BIASA terjadi dan tidak terlalu menggoyah zona nyaman kita.

Namun tidak begitu adanya wartawan Rusia tersebut, hal yang salah dan "dibenarkan" oleh kita ini ternyata aib yang sudah terlanjut tersebar ke dunia. Pada titik inilah semua pihak merasa bahwa korupsi ini sudah menggoyah sampai ke akar rumput. Ketika ada pertanyaan "Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang?" bisa jadi jawaban suap yang diberikan karena kini rumput pun sudah tersebar virus yang namanya korup.

Masalahnya mari kita kaitkan dengan kasus yang menerima saya sendiri. Jika diklarifikasikan saya sendiri telah melakukan kasus korupsi walaupun kecil-kecilan. Saya telah melakukan kesalahan di depan harga yang dinamakan materai dimana disana garuda pancasila bertengger sebagai simbol negara kita. Hal ini sepele dan kadang biasa oleh beberapa dari kita namun inilah bibit-bibit dari korupsi timbul. Suatu keadaaan yang namanya BIASANYA. Telah mendistorsikan antara kesalahan dan kebenaran dengan kebiasaan yang timbul di masyarakat. Mari kita sebut dengan budaya.

Sesal saya bertambah besar seketika. Namun mengingat kata-kata yang LK berikan bahwa tugas institusi pendidikan adalah memberi pendidikan moral kepada stake holdernya saya merasa ada harapan. Semoga semua institusi menjalankan tugas ini dengan baik agar orang-orang seperti saya yang pernah gelap dapat tercerahkan dan tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.

Saya bersyukur ketika akan melakukan kesalahan yang berlabel korupsi Tuhan tidak merelakannya dan menyadarkan saya ke jalan yang benar melalui peringatan yang LK berikan. Saya harap video polisi tadi juga bisa memberikan cerminan perilaku budaya kita ke masyarakat luas agar mereka terhenyak untuk akhirnya sadar.

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ada pada celah-celah yang kita tak pernah sadari.
Seringkali ia mengakar karena sudah budaya.

Semoga tulisan ini dapat memberikan tamparan sebentar,

Semangat Menginspirasi ! :)



Sketsa-sketsa Mimpi, akan membawamu ke imajinasi penuh impian dalam sketsa kasar manusia

Tuesday, 2 April 2013

ITB Architecture Final Projects Exhibition

Posted by Sosiana Dwi On 6:44 pm
ITB Architecture Final Projects Exhibition
At April 2013


5W + IH :

ITB Architecture Final Projects Exhibition atau yang lebih dikenal dengan Pameran Tugas Akhir (TA) merupakan salah satu rangkaian dari acara Syukuran Wisuda April 2013 ini yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Arsitektur  Gunadharma (IMA-G) ITB. Acara ini berlangsung sejak tanggal 1 - 5 April di Galeri Labtek IX B Gedung Arsitektur ITB yang terletak di Jalan Ganesha 10. Dalam setahun IMA-G  akan menyelerenggarakan 3 kali pameran TA sesuai dengan dilangsungkannya acara wisuda. Seperti judulnya, pameran ini menampilkan semua karya mahasiswa tingkat akhir yang menyelesaikan tugas akhir atau skripsinya. 


Sketsa-sketsa Mimpi, akan membawamu ke imajinasi penuh impian dalam sketsa kasar manusia

Monday, 1 April 2013

Desain Arsitektur yang Menggandeng Para Diffable

Posted by Sosiana Dwi On 8:51 am
Di dunia ini tidak ada yang seutuhnya sempurna. 

Semua punya kekurangan masing-masing. Misal sombong, iri, dengki, dusta, munafik, dan lain-lain. Sebagaimana manusia normal yang lain kekurangannya tidak akan nampak dari ciri fisik. Beruntunglah yang punya dua kaki, dua mata, dua tangan, satu hidung dengan dua lubangnya, dua telinga, satu mulut dan keseluruhan itu berfungsi dengan baik. Karena diantara manusia di dunia ada yang tidak memiliki keseluruhan yang manusia normal miliki. 

Mereka disebut diffable atau berbeda. Saya lebih cocok dengan istilah itu dibandingkan dengan disable (tidak mampu) atau disabilitas atau malah cacat! Karena ungkapan itu terdengar sangat kasar bagi orang-orang seperti mereka (menurut saya). Lebih kedengaran manusiawi jika dianggap berbeda daripada dengan sebutan tidak mampu. Bukan berarti mereka tidak mampu namun keadaanlah yang memaksakan mereka untuk tidak mampu. Bukan kemauan mereka kan? Bukan kesalahan mereka juga kan? Bukan karena mereka tidak mau berusaha tapi Tuhan telah menggariskan seperti itu. Mereka menjadi berbeda namun disitulah prestasi bagi mereka bagi manusia yang normal. Sesuatu yang dapat di ambil pelajarannya untuk Anda yang normal. Tak berati sebutan diffable hanya mampir ke orang tuna netra, tuna daksia dan semua yang berawalan tuna (kecuali tuna susila) orang yang sudah lanjut usia pun jika sudah tidak bisa berjalan (memakai kursi roda) juga dimasukan dalam kategori diffable

Isu aksesibilitas bagi para diffable nampaknya kini semakin marak terdengar di Indonesia. Namun di dunia   Internasional isu ini sudah menyebar sejak lama sedangkan di Indonesia hanya baru-baru ini. Suatu kali dalam kelas Bentuk Ruang Arsitektur (kelas wajib yang aku ambil di jurusan Arsitektur) dosen di kelas pada saat itu, pak Adib menceritakan pengalamannya mengenai desain yang aksesibilitas. Saat beliau masih menjadi mahasiswa beliau mendapat tawaran untuk mendesain bangunan di negara Canada. Dengan ketelitian yang cermat beliau memuat desain tersebut tentu saja karena proyek ini termasuk proyek internasional. Namun ketika di presentasikan desain beliau tidak lantas diterima hanya karena satu hal. Bangunan itu tidak dapat digunakan oleh orang-orang diffabel atau dengan kata lain tingkat aksesibilitasnya kurang! Pada zaman itu isu aksesbilitas belum berkembang di negara kita. Padahal cara untuk menggubah ruang arsitektur salah satu diantaranya adalah dengan meningkatkan High Perfomances Building yang ditandai 8 faktor. Antara lain Estetik, cost efektif, fungsional, pemeliharaan bangunan bersejarah, produktif, aman, berkelanjutan dan yang paling penting aksesibilitas.

Yang dimaksud aksesibiltas berarti ia dapat diakses semua orang termasuk kaum difable. Untuk itulah setiap perancangan bangunan di studio arsitektur di kampusku selalu memperhatikan aspek ini juga. Kita dianjurkan untuk mendesain sesuatu yang ideal bagi semua pihak. Terlebih pada bangunan yang sering diakses publik karena kita tak bisa memprediksi di kemudian hari kalangan mana saja yang akan berkunjung ke bangunan kita. Bahkan rumah pribadi pun harus aksesibilitas jika dirumahnya ada kaum difable. Aksesibilitas ini biasanya ditandai dengan dibuatnya ramp yaitu jalan miring alih-alih tangga bagi kaum normal, untuk membantu pengguna kursi roda, tongkat berjalan, atau tuna netra. Ada dimensi tertentu yang harus dipenuhi agar bisa digunakan normal maupun difable, sebagai contoh desain tempat wudhu. 

Maket desain dalam studio arsitektur yang menggunakan ramp

Level ketinggian bangunan. Dimana tempat wudhu dan toliet diturunkan sedikit untuk memudahkan difable
Kamar mandi / toilet yang biasanya cenderung sempit dan level lantai dibuat turun agar air tidak merembas ke dalam rumah juga perlu di desain khusus. Di tempat publik seharusnya bukaan pintu dibuat ke arah luar agar toilet tidak sempit terlebih dengan pengguna kursi roda yang perlu tempat luas. Perlu diberi ramp pula di dalamnya agar tak terpeleset. Tak hanya desain arsitektur yang perlu diperhatikan tapi desain barang-barangnya juga harus memperhatikan pengguna disabilitas. Seperti lift, sangat bijaksana jika angka pada tombolnya menggunakan huruf braille bagi para tuna netra agar bisa dimudahkan. Signage yang bisa dilihat oleh mata normal juga perlu bisa "dilihat" oleh tuna netra. Tentu dengan huruf braillenya yang menonjol.

 Di kampus selalu dihadirkan apa-apa yang idealis namun nyatanya ketika kita keluar dari pintu gerbang kampus banyak hal yang janggal dan tidak sesuai dengan yang dipelajari di kampus. Semua berdalih "tidak perlu", "mahal","Tidak terlalu penting" sebagian lain bahkan tidak menyadari bahwa ada kaum difable yang perlu diperhatikan keberadaanya.

Beberapa bangunan publik jauh dari standar aksesibilitas, bahkan mereka tidak menyebutkan kaidah aksesibilitas dalam desainnya. Beberapa pula membuat namun tidak sesuai standar yang telah ditetapkan. Sebagai contoh untuk ramp, kemiringannya tidak boleh lebih dari 6 derajat. Lebih dari itu masih ada resiko kursi roda dapat tergelincir. Sebagai mahluk normal saya tidak akan menyadari miss pada fasilitas itu namun bagi difable saya tidak dapat membayangkan perasaan mereka. Mereka toh ingin mandiri untuk melakukan aktivitas namun dengan kealpaan fasilitas penunjang dapat mengakibatkan mereka selalu butuh orang lain. Di beberapa tempat maintenance dari fasilitas bagi para difabel ini buruk sekali, entah karena kurang perawatan, jarang digunakan atau bahkan karena proses kontruksinya menggunakan yang murahan. Di lain tempat tidak ada tanda jika itu fasilitas untuk penyandang diffable sehingga tangan-tangan usil manusia membuat fasilitas hanya sebagai pajangan semata. 

Jika saya difable saya pasti berusaha untuk tidak menyusahkan orang lain namun tidak pula menyusahkan diri sendiri. Kebutuhan dan kemudahan yang bisa orang normal nikmati saya turut pula ingin merasakannya. Saya tak bisa membayangkan bagaimana seorang diffable hidup di tengah-tengah manusia normal yang lainnya. Kadang pasti terbesit rasa minder dalam hati, apalagi jika ditambah fasilitas baginya yang tak disediakan. Pasti akan memberi kesan psikologis yag mendalam seperti tidak disambut baik oleh lingkungan. Salah seorang teman saya, yang berbeda namun luar biasa Luthfie Muawan, Anda mungkin pernah melihat profilnya sebagai siswa yang membanggakan nama Indonesia. Ia adalah mahasiswa jurusan Biologi di kampus saya. Sebagai mahasiswa Biologi praktikum demi praktikum sering dilalui dengan alat-alat lab khusus. Namun bagaimana rasanya jika ia harus menggunakan alat yang mengharuskan kedua tangannya bekerja padahal salah satu tangannya tidak sempurna? Tentunya ia sangat sedih ketika ia tak bisa bekerja normal seperti yang lain. Untungnya kampus begitu berbaik hati dan mengerti kondisi yang berbeda darinya, maka ada alat khusus baginya untuk praktikum itu. Luthfie tentu sangat bahagia karena ia begitu dihargai sebagai mahluk Tuhan. Ia bukan tidak mampu namun ia berbeda.

Kebutuhan-kebutuhan kecil dan sikap penghargaan itulah yang diharapkan dapat ada pada fasiltas untuk menunjang aksesibilitas. Harapannya paradigma aksesibiltas dapat berkemang pada semua aspek, desain arsitektur maupun desain produknya, dan tak lupa toleransi antar sesama manusianya. Saya begitu menghargai usaha Kartunet untuk menyebarkan nilai toleransi tersebut melalui websitenya http://www.kartunet.com untuk membuat lomba mengenai aksesibilitas tanpa batas yang saya ikuti ini menggandeng http://www.xl.co.id .

Saya harap di semua tempat ada hal-hal seperti ini, yang terlupa namun sangat berguna bagi mereka yang membutuhkannya. Bagi saya dengan kita membuat adanya fasilitas bagi kaum difable kita telah menghargai jutaan difable di dunia ini.



Sketsa-sketsa Mimpi, akan membawamu ke imajinasi penuh impian dalam sketsa kasar manusia
  • Contact us

    Sosiana Dwi Architecture 2011 Bandung Institute of Technology