Monday, 23 January 2012

Anies Baswedan, Intelektual Muda Peduli Bangsa

Posted by Sosiana Dwi On 12:05 am

Siapa tidak kenal tokoh satu ini, namanya mencuat berkat prestasi yang luar biasa dan dianugerahkan sebagai Rektor Termuda di Indonesia. Ya, tokoh tersebut adalah Anies Baswedan. Pria kelahiran 7 Mei 1969 tersebut dikenal sebagai tokoh intelektual muda Indonesia yang namanya sudah mendunia dan berwawasan global. Doktor ilmu politik dari Northern Illinois University, AS, ini lahir dari keluarga pendidik yang menyimpan tekad untuk turut membangun bangsa melalui jalur pendidikan, di antaranya dengan mengantarkan Paramadina menjadi universitas kelas dunia.
Masa kecil Anies -begitu beliau disapa- dihabiskan di Kota Pelajar, Yogyakarta. Kakeknya adalah seorang jurnalis dan perintis kemerdekaan yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan (1946) dan kedua orang tua Anies adalah dosen di salah satu Perguruan Tinggi di Yogyakarta. 


 
 
 
Sewaktu duduk di bangku SMAN 2 Yogyakarta, ia terpilih sebagai peserta dalam program pertukaran pelajar AFS Intercultural Programs yang diselengarakan oleh Bina Antarbudaya selama setahun di Milwaukee,Wiconsin, Amerika Serikat (1987-1988). Semasa kuliah di UGM (1989 -1955) ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Anies pun terpilih menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa UGM. Berkat kepandaiannya, ia mendapatkan beasiswa Japan Airlines Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas bidang Asian Studies di Universitas Sophia di Tokyo, Jepang. Setelah lulus kuliah di UGM pada 1995, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi di UGM.
Kemudian, Anies mendapatkan beasiswa Fulbright untuk pendidikan Master Bidang International Security and Economic Policy di Universitas Maryland, College Park. Sewaktu kuliah, dia dianugerahi William P. Cole III Fellow di Maryland School of Public Policy, ICF Scholarship, dan ASEAN Student Award. Pada 2005, Anies menjadi peserta Gerald Maryanov Fellow di Departemen Ilmu Politik di Universitas Northern Illinois sehingga dapat menyelesaikan disertasinya tentang “Otonomi Daerah dan Pola Demokrasi di Indonesia”
Di tahun yang sama, Anies menjadi direktur riset pada The Indonesian Institute. Kemudian pada 2008, ia mendapat anugerah sebagai 100 Tokoh Intelektual Muda Dunia versi Majalah Foreign Policy dari Amerika Serikat. Pada 2009 Anies Baswedan terpilih menjadi Young Global Leader oleh The World Economic Forum yang berpusat di Davos, Swiss. Pada tahun 2010 menerima Yashuhiro Nakasone Award dari Bekas PM Jepang, yang dianugerahkan langsung di Tokyo Jepang bulan Juli 2010.
Pada 15 Mei 2007, Anies Baswedan dilantik menjadi rektor Universitas Paramadina. Anies menjadi rektor menggantikan posisi yang dulu ditempati oleh cendekiawan dan intelektual Muslim, Nurcholish Madjid, yang juga merupakan pendiri universitas tersebut. Saat itu ia baru berusia 38 tahun dan menjadi rektor termuda di Indonesia.
Tergugah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Anies mendirikan gerakan pendidikan baru yaitu INDONESIA MENGAJAR. Sebuah program yang merekrut anak-anak muda terbaik lulusan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengabdi sebagai guru di sekolah-sekolah dasar yang ada di pelosok Indonesia. Lewat program INDONESIA MENGAJAR, Anies Baswedan mengajak para pemimpin muda Indonesia yang telah selesai berkiprah di kampus, untuk terjun ke desa-desa di pelosok negeri yang tanpa listrik, tanpa sinyal telepon. Menyebarkan harapan, memberikan inspirasi, dan mengantungkan mimpi bagi anak-anak negeri lewat kehadiran para lulusan terbaik universitas ternama. Selain sibuk mensosialisasikan gerakan yang beliau usung, ia juga berpartisipasi di bidang pendidikan lainnya seperti menjadi Dewan Juri Lomba Karya Tulis Beswan Djarum Tingkat Nasional selama 2 periode berturut-turut (2009-2010).

Source :

Sunday, 15 January 2012

Dear Dee,

Posted by Sosiana Dwi On 10:50 am
Surat ini dibuat untuk blog contest mizan.com

Dear Dee,
Sejujurnya kalau boleh aku katakan aku belum sempat membaca bukumu yang fenomenal itu. Tapi aku kenal kau Dee, Dewi Lestari. Aku mengenalmu karena aku juga sering jalan-jalan ke Gramedia, dengan tanpa membeli buku aku mengenalmu di jajaran buku bestseller yang selalu ingin aku beli. Mengikuti lomba ini aku berharap bisa mendapatkan bukumu Dee secara gratis. Hobiku tetap membaca buku walau tanpa membelinya. Tapi bukan itu saja mengapa aku menulis ini, aku juga ingin bercerita padamu dan menulis mimpiku.

Aku ingin menulis. Menulis dan jadi penulis. Mimpiku yang aku tulis sedari kecil . Aku ingin menjadi Dee yang lain, bukan Dee seperti dirimu tapi sama sepertimu yaitu penulis. Menjadi penulis adalah cita-cita yang sudah kau milikki dan ingin aku miliki. Ingin juga suatu saat novel yang aku buat sama-sama melalang buananya sepertimu Dee, di pajang di kumpulan bestseller Gramedia bukan di pojok rak yang berdebu.

Tapi apa? Apa yang aku punya? Aku hanya punya jari-jari dan tuts keyboard ini. Aku tak punya cerita dan dunia. Aku hanya punya cukup kenekatan dan kenikmatan untuk merasakan kesederhanaan tulisan-tulisan ini. Aku belum pernah membuat karya dan aku bukan siapa-siapa. 

Dee, aku tak berharap kau membaca tulisan aneh ini tapi sekedar kau tahu aku ingin aku hanya ingin menulis ini dan membuat perjanjian dengan tulisan ini, mungkin denganmu Dee. Lima tahun aku ingin menulis sesuatu, mungkin novel. Sama sepertimu dan novel-novelmu seperti Perahu Kertas, Madre maupun Supernova yang dipajang dimana-mana dan melalang buana. Lima tahun ini aku ingin bejanji dengan tulisan ini agar aku bisa menyelesaikan tulisanku dengan berbagai pengalaman yang aku punya. Aku tak punya pengalaman tapi aku akan mengejar pengalaman itu. Jadi dengar Dee, aku akan jadi sepertimu tapi bukan jadi kamu.

Terima kasih untukmu Dee yang mendengar janjiku. :)

Dari    : Sosiana Dwi   
Untuk : Mizan.com



Monday, 9 January 2012

Promo PERMANGGA

Posted by Sosiana Dwi On 7:32 pm
Promo ke SMA memang hal yang baru bagi Permangga (Persatuan Mahasiswa Purbalingga yang ada di Bandung). Hal yang baru bagi kami yang terdiri dari banyak universitas di Bandung ini. Kekurangan SDM, masalah terbesar kami. Kebanyakan massa yang ada sedang melaksanakan UAS di kampus masing-masing. Sedangkan massa yang sudah ada di Purbalingga hanya UNPAD dan ITB. Kalo dihitung hanya ada enam orang (Aku, mas Ikhyan, Mba Dora, Anggita, Vanie, dan Awan). Ada yang udah libur tapi mereka entahlah pergi kemana , mungkin sibuk juga sih. Inno contohnya pergi ke Jakarta karena ada bisnis dengan dekan SBM. Deangga, Teknik Geologi UNPAD katanya matanya sakit. Joe Dipay, Sastra Jepang UNPAD dan mba Tria Matematika ITB entah kemana.

DEngan terbatasnya jumlah personil kami dengan nekat buat promo ke SMA 1 Purbalingga yang ga disangka-sangka welcome banget. Tanpa birokrasi yang ribet.

 file:///home/komputer14/Desktop/335647_1771593385477_1708533460_891708_56364447_o.jpg

Friday, 6 January 2012

Bulik

Posted by Sosiana Dwi On 7:33 pm

Aku merinding mendengar suara ibu di seberang pagi ini, “Nduk, Lik Siti sampun ninggal,” (Anakku, bibi/ tante Siti sudah meninggal), “Ninggal dengan tenang, sambil ibu ngaji di sampingnya, ibu bisa dengar Lik Siti bilang Allah dan dzikir, Alhamduliah Nduk.
Tak terasa mataku berat dan melelehlah air mata. Antara sedih dan bahagia.
Sedih karena satu-satunya bulik yang baik hati dan dengan ikhlas menyayangiku walau dengan sangat sederhana pergi. Aku akan sangat kehilangan saudara, saudara yang sangat baik hati. Walaupun bulikku ini bukan orang yang berada, dialah yang paling mau berkunjung ke rumahku sedangkan saudara lain ibuku tidak pernah. Tangerang ke Purbalingga dengan penuh senyum datang dengan membawa buah tangan sederhana. Bulik selalu tanpa pamrih menyayangi aku. Mungkin sekarang tak akan ada lagi yang akan berkunjung ke rumahku Purbalingga dari Tangerang dan dari daerah mana pun juga. Seperti hanya bulikku inilah satu-satunya saudara yang ibu punya. Dan dia kini telah hilang.
Sedih juga karena paklikku yang sangat setia kepadanya akan kesepian dan sendiri. Paklikku (pamanku) adalah suami bulikku yang baru beberapa tahun lalu menikah. Mereka pasangan yang belum diberikan momongan. Itu semua bermula dari sebuah kanker yang melekat di diri bulikku yang tidak sengaja ditemukan ibuku. Kanker payudara. Selama bulik sakit sel-sel kanker telah merenggut hari-harinya dan kesempatan memiliki anak. Namun tidak untuk kasih sayang dari paklik. Ia tak meninggalkan bulik apa pun walau keadaan menyerang fisiknya. Walau bulik berwajah hitam dan gosong karena radiasi, walau tubuhnya kurus digerogoti kanker Ia begitu menyayangi bulik dengan melakukan pekerjaan yang seharusnya bulik lakukan. Ia mencintai bulik dengan sangat sederhana. Dengan senyum yang tulus yang selalu ia sunggingkan dan cinta yang selalu tak alpha paklik persembahkan.
Namun diatas semua kesedihan akan hilangnya, ada banyak alasan untuk bahagia. Sel-sel kanker akan akan mati pula seiring jazadnya, seiring sakitnya. Tak akan ada lagi kesedihan. Tak akan ada pesakitan. Tak ada makanan rumah sakit lagi, tak ada larangan, tak ada kemmoterapi. Tak ada lagi anak kecil yang menyebutnya “orang gila” karena kepalanya yeng pelontos dimakan radiasi sinar kemmo. Tak ada penghinaan. Semoga kini bulik akan tenang dan semoga penyakitnya telah merontokaan semua dosa yang melekat padanya.
Aamin.

Ilustrasi penderita kanker yang tidak memiliki rambut
Dalam sebuah cerita seorang keponakan.

Saturday, 31 December 2011

Re-SOLUSI 2012

Posted by Sosiana Dwi On 10:08 pm

Kiamat 2012?
 Harusnya menjadi takhayul bagi aku yang sudah menjadi mahasiswa dengan wawasan dan pengetahuan yang lebih dari orang yang tidak kuliah. Terlebih aku adalah orang islam yang punya iman. Tak ada yang akan tahu pasti kiamatnya kiamat tanggalnya apalagi  jam dan waktunya. Tapi itu tak menyurutkan niatku untuk makin insaf dan tawakal sama yang punya aku, Pencipta langit dan bumi dan segala isinya. Tak akan, aku sudah tahu kegagalan menjalankan 2011 kemarin. Banyak sekali yang alfa yang harusnya aku jalani.
Sebenarnya bukan kerena besok itu tanggal 1 Januari 2012, bukan karena malam ini malam tahun baru, bukan juga karena besok itu akan dekat dengan kiamat  (katanya). Tapi aku sedang bersungguh-sungguh untuk memperbaiki kesempatan yang Tuhan masih berikan untukku. Kesempatan itu mahal, niat itu banyak namun kemauan yang amat sangat susah aku ambil. Nafsu syetan lah yang banyak menghalangi niat kebaikan. Dan kemauanku belum cukup keras menghalanginya. Inilah momen aku ingin berubah. Tak hanya ingin berubah selama bulan januari terhitung dari aku posting tulisan ini, tapi hingga berakhirnya tahun 2012 (mungkin sampai kiamat yang mungkin juga akan datang).
Aamiin
Aku ingin banyak merevolusi diri ini. Aku udah gedhe! Tahun ini aku kuliah di Institut Terbaik Bangsa (ehm, sekadar melebihkan), institut gajah. Aku sudah jadi mahasiswa dengan kata MAHA didepan siswa. Aku tak mau hanya jadi siswa yang patuh saja sama aturan dan pasif aja sama keadaan, aku harus jadi MAHA! Tapi untuk ukuran aku , aku juga tidak ingin takabur dan sombong atau melebihi kemampuan aku. Aku harus jadi MAHA atas diriku sendiri. Menjadi MAHA pemberantas atas kemalasan, kesombongan, kejahatan, keserakahan, keegoisan dan ke-x-an yang lain yang melekat di badan.
Oke , dengan bertiupnya terompet di rumah tetangga atau di alun-alun kota saya canangkan gerakan 2012!
1.       Ayo bangun pagi dan lebih pagi! (terhitung dari tanggal ini maka besok 1 Januari 2012 harus bangun pagi)
2.       Selesaikan dengan baik apa yang telah kamu mulai! (maka kalau sudah ikut organisasi atau kepanitiaan harus selesai dan tuntas dengan totalitas tinggi, jangan ngabur coy kayak kemarin)
3.       Bagilah waktu dengan sebaik-baiknya (terkait rule no 2) dan raihlah sebanyak-banyaknya!
4.       Hemat!!!! (ingat kamu sedang diamanahi uang negara! Kalau kamu gagal kamu sedang mengkorupsi jutaan masyarakat Indonesia yang gagal ke ITB karena kamu)
5.       Rajin-rajin olahraga! (Menunggu purcell junior dibeli, sepeda baru 0:D)
6.       Begadang jangan begadang! (Nanti dimarahi Rhoma Irama, cukupkan tidur jam 11 malam saja)
7.       Jangan malas belajar! (Jangan anggurkan Kalkulus, Kimia, Fisika ooh, IPK menunggu di tengah tahun ooh)
8.       Cari kegiatan yang SANGAT AMAT ber-MANFAAT dan tidak terlalu mengganggu! (Untuk ini harus, demi mimpi)
9.       Use english please to develop your english! (Aku aja ngga ngerti apakah ini kalimat belepotan atau tidak. Pokoknya ga tau gimana caranya aku mesti belajar ngomong inggris setiap hari)
10.   Rajin menulis tulisan bermutu! (karena tulisanku kali ini benar-benar sudah jauh dari mutu)
11.   Dan tak kalah dan jauh lebih penting rajin beribadah menghadap ke Allah SWT! (Terlepas dari kapan kiamat datang)

Apalagi ya? Hmm . bingung untuk sekarang ini dulu baru itu, nanti kalau sudah ada ide baru aku akan update tulisan ini. Yang jelas agendaku untuk tahun depan (yang akan dimulai beberapa menit lagi) adalah :
1.       ITB FAIR 2012
2.       PEMIRA (Pemilu Raya) ITB 2012
3.       Indonesian Young Changemaker Summit (IYCS) 2012
4.       Gelar Budaya Aceh
5.       Penempatan jurusan dan ospek Jurusan (semoga dimana saja yang terbaik)
6.       PRO-KM ITB (kalau namanya masih sama)
7.       Aku Masuk ITB
8.       Jalan-jalan media KOMINFO
9.       Semoga ikut summit-summit yang lain

Heal My Self : Sosiana

Posted by Sosiana Dwi On 12:42 am

Hidupku itu penuh dengan sebentar,
Sebentar-sebentar bahagia, sebentar-sebentar sedih

aku lagi pengen buka aib semasa SMA. SMA memang kata orang penuh dengan romansa putih abu-abu. Kata orang bahagia. Aku pun secara sebentar-sebentar merasakan itu. Sudah tek terhitung berapa kali aku senang berbunga-bunga karena jatuh cinta. Entah itu cinta monyet, cinta ngefans, hingga cinta yang beneran sampai pengen mati rasanya kalau ga ketemu.

Cinta itu buat aku bagai bumbu bunga penyadap saat sekolah. Bila nggak ada seperti hari-hari tidak ada topik untuk dibicarakan. Tidak ada wajah untuk dibayangkan. Tidak ada senyum yang bisa merontokkan kesedihan. Dan tidak ada cerita konyol dibuatnya.

Ke-ekstrovertan-ku membuat aku sudah biasa bercerita kepada siapa saja. Banyak cinta yang bersambut namun banyak pula yang kandas. Ada yang prnah sampai membuat hari-hari hanya berwarna kelabu, hitam, kelam, gelap, mendung saking sedihnya. Ada yang pernah menghancurkan mood dengan membuatku menangis sejadinya-jadinya tapi tanpa suara di kamar sendirian, padahal dua hari kemudian aku akan ada pengumuman SNMPTN. Pengumuman yang sangat penting.

Ah, sudahlah. Aku sendiri bingung mau cerita apa. Banyak yang mesti disensor agar menjamin keberlangsungan blog ini *lebay.

Akhir kata aku cuma mau ngasih tau kalau aku yag sekarang udah beda dengan aku yang dulu. Aku yang sekarang tidak mudah untuk mengenal cinta. Aku yang sekarang sangat berhati-hati pada yang namanya cinta. Aku cuek dan udah ngga mau tahu. Aku sekarang maaf sudah sangat trauma pada hal-hal cinta-cintaan. Aku sekarang sangat pilih-pilih dekat dengan lawan jenis.

Buat yang pernah jadi romansa putih abu-abuku, aku cuma sedang "Heal my self" untuk "Hell them"

Aku sedang senang berorganisasi, sedang senang menari saman, membuka wawasan, dan membuka pertemanan.
Percintaan skip dulu deh sampai "Heal my self"-nya selesai.

Friday, 30 December 2011

Buku Sketsa bagian I

Posted by Sosiana Dwi On 12:32 am
Begadang membuat buku sketsa sekiranya tak begitu sia-sia. Beberapa patah garis dan gambar selesai pada tugas DPP Arsi pertama. Lelah juga..

But I like several picture in here,
PICT 1
Sebenarnya aku dapat gambar dengan angle seperti ini dari cover buku sakti ITB. Menurutku keren pake banget. Salam Ganesha itu adalah slogan, motto yang paling aku kagumi. Tiap kali ada acara mengumandangkan salam ganesha aku merasa jiwaku sebagai mahasiswa terpanggil.

PICT 2
Waktu itu demi sebuah sketch book yang terisi aku dan Ivanie (teman sekampung dan sefakultas) rela duduk jongkok dan dengan tekun mensketsa. Dan tau ngga? Ini di gambar bukan di kertas sketch lhoo, tapi di kertas bekas brosur iklan bimbel. Super lah, haha

PICT 3
Gedung tertinggi di ITB. Satu-satunya yang lantainya delapan dan katanya angker. Aku sendiri ga ngerti apa kepanjangan dari PAU *lhoo. Ya sudahlah. Terletak di depan perpus ITB, di bagian belakang kampus. Di lantai 3 ada mushola yang kini kalau mau sholat tempat wudlunya harus naik ke lantai 4 *demiapa. Tapi kalau iseng naik lift ke lantai 8 , trus kita lihat jendela, terus kita lompat,  bakal banyak pemandangan indah yang terlihat. Saraga dan kolam renang satu contohnya (ga disaranin buat ngintip orang dari sini)

PICT 4
Kamar tidur impian. Sebenernya ini karya semasa SMA , pas pelajaran seni lukis. Kita disuruh buat kamar impian. Kalau akau malah bikin kamar yang lebay banget sampai dua tingkat. Hehehe. Karena aku males ngisi sketch book ku sama apa, ya sudah isi saja dengan print out gambar ini. :p

PICT 5
Foto diri, lagi-lagi ini gambar jadul yang aku masukin

PICT 6
Hasil pin-upku yang pertama. Judulnya "Kota Masa Kecil". Kota saat aku masih kecil dan Purbalingga kota yang kecil namun bermassa. Dapat Sangat bagus. Tak tahulah itu apa artinya.

PICT 7 
Mengenang sepedaku yang telah hilang. Ini lagi di trotoar jalan Dago.

PICT 8
Tau ini apa? Aku juga ga rau. wkwkwk. Yang jelas ini ada di Dubai, salah satu kota yang arsitektunya di luar dugaan.

PICT 8
Asalnya ini gambar di brosur faklutasku SAPPK. rada miring tuh tiangnya , moga ga ambruk deh di gambar.


 PICT 9
Jembatan layang Pasupati (Pasteur-Cipati) CMIIW. Salah satu icon kota Bandung. Kalau aku lihat itu ini cion keburukan kota Bandung juga karena di bawah jembatan nan megah dan indah itu banyak perumahan kumuh.

PICT 10
Gedung Sate. Pertama kali aku ke tempat ini aku sedang melihat Video mapping gedung sate. Tepat pada hari Ulang Tahunku yang ke-18 :)

PICT 11 
Tadi mengenai jembatan Paupati sekarang adalah tentang di bawah Pasupati. Kamu bakal lihat gimana kaum urban merombak tempat kumuh ini jadi tempat yang indah. :)


Sekian dulu deh sketch book ku besok kita bedah lagi deh sketch bookku yang agak lebih mendingan dari ini. HAHA. 
Salam

Friday, 23 December 2011

Liburan Awal ini

Posted by Sosiana Dwi On 11:34 pm

Sekarang cerita tentang backpacker yang sesungguhnya. Jadi liburan kali ini seperti biasa aku naik kereta api kelas ekonomi menuju kampung halaman. Memang tidak ada kereta yang lansung menuju Purbalingga. Otomatis aku selalu mencari kereta yang paling tidak melewati Kroya Banyumas,stasiun terdekat dari rumah.
Alhamdulilah aku tidak ikut UAS sama sekali. Walaupun nilaiku tak bagus-baguas amat sih. Tidak semua dapat A (okelah.. hiks). Tapi paling tidak aku jadi orang paling yang santai sekarang. Rencananya aku ga akan langsung pulang ke rumah. Ingin ada jeda untuk bisa menjelajah Bandung dan segala isinya. Lagian libur satu bulan akan terasa membosankan jika hanya dihabiskan di rumah. Kamu mesti tahu jika kotaku hanya itu-itu saja dan sangat membosankan (bagiku).
Minggu pertama aku dan beberapa teman dari SAPPK mengunjungi museum PP Iptek yang berada di Kota Baru Padalarang. Museum itu tak jauh berbeda dengan yang ada di TMII. Yang membuat berbeda adalah terdapat jam matahari (sundial) terbesar se-Asia Tenggara. Lalu dilanjut sholat di Masjid Al-Irsyad, masjidnya warga Kota Padalarang yang didesain oleh maestro arsitek Indonesia, Ridwan Kamil. Waw! Dia adalah my favorite. Sekilas aja penjelasan tentang jalan-jalan ke Kota Baru kali ya. Selebihnya bisa dilihat di postingan blog sebelumnya ­­­­atau malah yang akan datang (belum di posting, hehe)
Hari-hari berikutnya Cuma diisi dengan malas-malasan di asrama, ngebo mpe jam 11 siang, ngampus bentar dan hedon. Sekarang aku mau nggaris bawahi yang hedon. Gila lah itu, hampir satu minggu aku hedon ke mall tiap hari. Ciwalk, BEC, BIP dan Gramedia kayak udah jadi langganan. Sebenernya ga beli apa-apa tapi Cuma mau jalan-jalan. Tapi ya tetep ujung-ujungnya duit juga, akhir-akhirnya makan juga kalo ngga di KFC , McD, D’Kost ya Pizza Hut. Tapi kebanyakan di bayarin sih. Cuma yang makan di McD aku lebih suka makan deh, njebolin kantong. Walaupun ice cream juga tapi kalo tiap hari mah jebol banget ni tabungan. Kapan bisa beli sepeda lagi! Hosh
Selanjutnya hari-hari menuju pulang. Tiket kereta ekonomi Kahuripan udah di tangan. Tanggal 20 Desember malem aku bakal pulang. Tinggal pembubaran P3R 19-20 Desember yang bikin aku galau. Entah kenapa aku lagi ga pengen ikut. Mungkin alasannya adalah karena tanggal 20 aku messti pulang dan sepertinya bakal buru-buru kalau pulang tanggal segitu dan ikut P3R. Dengan kegalauan kas remaja masa kini aku putuskan aku ga ikut P3R dan aku akan ke Jogja!!!
Jogja
Alasan kuat aku ke kota ini adalah :
1.       Ibu ngajakin, biar sekalian ke Klaten dan bisa makan duren sepuasnya, sekenyangnya, dan semuntahnya. Kebetulan budhe lagi panen duren jadi why not coba!
2.       Tiba-tiba bin ijig-ijig si Zegha, Tomo eh Arif , Tugas, Rosi, Ami, Sasti, Nastiti, Lia, dan Ketang Annas Talimudin pada ke sana mau pada backpackingan. So aku jadi tertarik gitu buat ikutan walaupun ga sepenuhnya ikut sih.
3.       Tiketku sampai Lempuyangan Jogja.
4.       Ayolah, it’s my holiday, it’s time to forget Calculus, Physics, and my Chemistry and it’s time to HAVE FUN :D!!

Kereta kali terasa lebih ramai selain oleh pedagang yang ga henti-henti jualan, banyak anak ITB yang nemenin. Bahkan anak yang duduk sebelahku juga anak ITB. Banyak pula anak SAPP(e)K yang naik kereta. Jadi aku sangat senang naik kereta kali ini. Rasanya banyak saudara di sekelilingku. Saudara yang sederhana sehingga mau naik kereta ekonomi (huks).
Stasiun Lempuyangan menyambut pagi ini dengan kata Jogja dan jogja. Naik taksi sampai rumah Najma, si empunya penginapan (plakk) maksudnya yang punya rumah. Dan blekk aku langsung tidur karena di kereta aku ga bisa tidur soalnya jadi bantalnya Najm. Haha, sorry jem. Dan aku masih latah dengan beberapa aksen sunda yang telah aku pelajari. Seperti punten untuk kata ganti permisi dan kata Aa atau teteh untu mas dan mba. Wew, jadi malu mengingat aku lagi di jawa dan masih aja make tetek bengek itu.
Sorenya keliling juga aku di Jogja. Kota yang entah kenapa tak ada di benak untuk aku singgahi buat kuliah. Jalanan malioboro aku kelilingi sama motornya Najem. Lalu berhentilah kami di parkiran shopping, suatu tempat yang khusus menjual buku-buku dengan harga yang sangat miring.
Awalnya Cuma mau lihat-lihat tapi aku kalap saat tahu harga suatu buku.
“Ini berapa A?” tanyaku sambil memegang buku Negeri Lima Menara.
“Dua puluh ribu aja mba,” seketika aku langsung noleh ke Aa-nya dan mendelik ga percaya.
“Kenapa mba? Kemurahan ya? Lebih juga engga apa-apa kok.” Kata Aa-nya bergurau sambil cengangas-cengenges.
What the heaven lah” pikirku dalam hati.
Jadilah aku kalap membeli dua buku sekaligus yang totalnya adalah tigapuluhribu! Uang segitu aku baru bisa beli sampul hardcover Harry Potter deh. Oke daripada aku tambah kalap lagi jadinya kita get out deh dari kawasan itu dan melaju ke Mall Maliboro.
Rata-rata sih di mall ada apa aja ga begitu tertarik aku beli-beli sampai di toko buku bahasa inggris aku ketemu sama Rindy, temen SMA-ku. Aduh sebenernya lagi ga pengen ketemu sama anak Purbalingga sih disitu. Tapi mo gimana lagi. Ternyata dia lagi sama Tina, pacarnya sejak SMA. Ngobrol-ngobrol bentar dan ya udah. Kita mau duluan dan karena perut dan ga sinkron kita makan de di lesehan. Aku kira ini bakal murah dan ternyata makanannya lebih mahal dari Bandung sekalipun. Masa ayam bakar atau goreng harganya Rp 17.000,00 dan itu belum sama nasi. Ya sudah Cuma nasi goreng yang kita makan, dan itu porsinya sama kaya porsi limaribu nasgor depan kanayakan.  Ini mah keterlaluan lebih keterlaluan lagi ada pengamen yang kita ga mau bayar, eh dia malah nyeletuk anj*ng. Siapa suruh ngamen di depan kita, orang kita dari awal ga mau bayar kok dianya aja yang maksa.
Next, kita ke pasar malam di alun-alun. Rame nian lah, padahal bukan hari libur dan bukan malam hari libur. Kami janjian sama Tomo, Tugas, Lia, Annas, Zegha buat ketemuan kalo lagi pada di Alun-alun. Kita smsan deh dan janjian di wahana Ombak Asmara yang deket rumah hantu. Aku sama Najem nyari-nyari deh suara rumah hantunya. Ketemu dan ga ada siapa-siapa yang kita kenal. Kita terus sms ke mereka.
“Dimana lu?”
“Ombak asmara deket Kora-Kora sama Bom-bom car,” jawab mereka
“Kita juga disitu, tapi ga liat kalian. Ya udah kita ketemu di depan loket Ombak ya.”
“Oke,”
Beberapa saat kemudian.
“Lu pada dimana?”
“Di loket, “
“Kita juga di loket, dimananya?”
Hahhaha. Ngakak lah kalau inget itu. Autis banget kita sampai kita tahu ternyata di alun-alun itu ada 3 wahana Ombak Asmara dan ketiganya deket sama Bom-bom car dan deket sama Kora-Kora juga. Setelah kita akhirnya ketemu kita ketawa-ketawa ngakak.
Najma minta naik wahana Kora-Kora. Kita sih oke-oke aja. Aku pada dasarnya suka yang beginian nurut. Mahal juga biaya masuknya, 7ribu cing. Aku yang hanya kebagian tempat duduk di bagian tengah ga merasa tertantang. Najm duduk di sebelahku sedang Lia duduk di seberangku.
Saat wahana mulai menggoyang kapal kami dengan ritme yang kecil, si Najm udah mulai teriak-teriak dan nutup mata. Kayaknya mulai nagis dia. Aku kelabakan bingung. Aduh gimana nih sama Najm. Pas kora-koranya ngayun tinggi banget si Najm teriak-teriak histeris dengan mata tertutp. Teriaknya kaya orang kesurupan lagi. Makin ga enak ati nih, takut ada apa-apa ntar gimana aku mesti bilang ke ibunya Najm nih? Aku Cuma bisa nutupin telinganya Najm biar dia ga denger suara orang lain yang teriak. Huaa, yang lain pada teriak aku Cuma nutupin telinganya Najm sama ngliatin anak cowo dan Lia bergantian, haha. Mulai kelabakan sendiri. Seru sih wahananya tapi dah biasa aja kali ini.
Pas turun Najm dah kayak orang mabok, matanya merah, untung ga sampe semaput dia. Sukur deh. Dia malah nyuruh aku naik Ombak sama Anas dan Lia.
Ombak asmara, awalnya sangar liat mas mas yang jaga. Ototnya keker, matanya tajem, Cuma pakai singlet item dan celana jeans. Rambutnya gondrong , tapi mirip banget la sama cowo yang ada di film A Moment to A Remember. Atraksi dimulai. Kami duduk melingkar. Wahana diputar dan kami ga bakal jatuh karena gaya sentripetal yang ditahan oleh tempat duduk kami. Diputarnya awalnya lambat dan lama-lama beberapa orang yang tubuhnya gede-gede ndorong wahana kami dengan alunan musik disco. Feel disconya kerasa banget, ada lampu-lampu warna-warni juga, ditambah mas-masnya pada nari dengan suasana disco. Gaya mereka cool banget , aku kayak lagi nonton dan main film rasanya. Mereka juga gelantungan kayak monyet tapi gaya mereka tetep cool. Kayak bad boy gitu deh. Seru abis. Serunya dari siluet-siluet saat kita berputar, serasa di film dan mereka yang sangat cool terus kita pandang lain karena gerakan wahananya yang muter. Ditambah lagi ada yang sirkus dengan ngaitin kaki di tali-tali pancang wahana. Dia gelantungan kayak kelelawar. Haha, super deh buat mereka itu. Atraksi abis deh, keren sumpah deh. Kembali ke masa kanak-kanak lagi rasanya yang Cuma ada pasar malam satu desa satu.
Dan sekian deh, capek. Muter-muter jogja in one day. Besok dah harus ke Klaten
Bye bye.. :p



Thursday, 22 December 2011

Ibu dan Kota Jogja

Posted by Sosiana Dwi On 10:43 am

Jogjakarta, 21 Desember 2012
Tengah malam ,menjelang pukul 00.00

Pukul 03.00 , kereta Kahuripan melaju dan meninggalkan stasiun Kroya. Stasiun yang selalu mengantarkan aku pada rumah dan rindu. Kali ini aku melepasnya , sebenarnya ada rindu yang menguak diantaranya utnuk segera kembali pada pulang. Tapi kali ini lain, aku akan beranjak ke Jogja lalu ke Klaten, Solo dan terakhir kembali ke kota masa kecilku, Purbalingga.
Pukul 06.00, Stasiun Lempuyangan menanti kami dengan hingar bingar kegiatan pagi. Jogja aku sampai pada beberapa kenangan. Okelah, rumah Najma menantiku dan Rini, teman satu fakultasku yang juga akan menghabisakan beberapa hari di Jogja. Taksi tanpa Argo antarkan kami ke depan sebuah pasar. Pasar Colombo namanya.
Nama pasar itu sudah tak asing lagi di telingaku. Saat aku mengalami masa yang berat yaitu SNMPTN tulis, Kaliurang KM 6 adalah tempat aku menginap. Sudahkah aku bercerita?
Dulu saat aku SNMPTN tulis aku mau tidak mau tes di Jogjakarta. Alasannya adalah saat itu aku juga tengah mencari beasiswa lain, Paramadina Fellowsip (PF) namanya. SNMPTN tanggal 31 Mei sampai 1 Juni, sedangkan PF tanggal 1 Juni pukul 10.00. Aku sempat bingung juga, mau pilih yang mana dari keduanya dengan pertimbangan aku dapat melanjutkan studiku dengan beasiswa agar tak ada beban bagi ibuku. Dengan segala kenekatan yang aku punya aku setujui kedua-duanya tentu dengan segala probabilitas yang ada. Aku ikut SNMPTN tes di jogja juga aku ikut PF jam sepuluh di hotel Ina Garuda, Malioboro. Keputusan yang kubuat dengan matang.
Sebenarnya yang paling berkesan dari penggalaman tadi adalah aku dan ibuku pergi ke Jogja  hari itu menggunakan motor. Dan ibuku lah yang mengendarai. Bayangkan! Ibuku tak lagi muda (48 tahun) dan dia adalah seorang wanita! Dari Purbalingga-Jogja (bahkan Klaten) ibuku yang mengendarai (Kau bisa menebak berapa kilo yang ibu tempuh). Aku tau ibuku lelah, panas menyengat dan membakar kulitnya, kakinya mengelupas di bawah terik matahari.
Ya,
 Ibuku memang orang yang sangat hebat dan sangat tangguh. Ibu rela melakukan apa saja demi kemajuan aku dan pendidikanku. Untuk menebus kesalahannya saat aku tidak bisa lolos undangan gara-gara pilihannya agar aku jadi dokter. Aku sangat terharu akan perjuangan ibu semua karena aku.
I Love U Mom.
Aku tak malu menceritakan kisah ini , tentang ibu yang kuat yang membesarkan aku dan kakakku sendiri setelah ayahku meninggal , kepada team juri PF 2011. Mereka juga tak kalah terharu, begitu pula teman-teman satu perjuangan PF. Menurutnya hal itu adalah hal yang sangat tangguh bagi seorang ibu.
Ibu bukan lah wanita yang glamour dan hedonis. Ibu sangat sederhana. Bahkan ketika aku dengan jahat meninggalkan ibu sendirian di tempat parkir Hotel Ina Garuda saat aku tengah wawancara, sungguh aku ingin ibu naik ke hotel dan bisa duduk di ballroom atau sekedar di serambi hotel. Walaupun ibu sangat sederhana dan penampilannya tak lebih dari seorang rendahan tapi aku berjanji ibu akan pernah merasakan menginap di hotel seperti ini bu. Menjadi orang yang terhormat dan dihormati, dan itu semoga karena perjuangan ibu untukku. Amien.
Ya , kami memang orang biasa, ibu orang biasa. Bukan ibu yang mengenakan pakaian terbaik saat ibu pergi ke pasar atau arisan. Bukan ibu yang tidak akan membuat malu kita kalau kita ajak ke pesta. Tapi ibuku adalah sosok yang lebih dari luar biasa. Saat ia tak mengenakan baju kebesaran pun, nama dan sumbangsih ibu lebih mewah dar segala perhiasan yang orang punya.
“Bukan dari seberapa berarti peran ibu di mata orang lain, namun dari seberapa sayang kasih ibu yang menemanimu, menunggumu, dan mendoakanmu.”
Jalan-jalan ke Jogja ini mengingatkanku pada kasih ibu saat itu. Pada Hotel Ina Garuda, pada UGM dan fakultas pertanian, Kaliurang, Pasar Colombo. Saat aku butuh sekali dorongan dengan segala keterbatasan fasilitas yang aku punya, ibu ada menemani. Men-support hari-hari kekecewaan ini dan mengobatinya dengan butir-butir doanya.
Aku menulis ini karena teringat hari ini adala hari ibu dan aku dalam beberapa waktu dekat akan menemuinya. Mengecup lembut tangannya dan berkata hasil dari hari-hari yang telah ia berikan selama ini. Semoga ibu bangga, begitu pula ayah kandungku yang telah tiada. Semoga ia tenang di alam sana.
Esok aku akan bertemu ibu, di Klaten :)

Saturday, 17 December 2011

Posted by Sosiana Dwi On 1:41 am
Alhamdulilah, hadiah notebook itu alias pengganti sepedaku itu memang sudahlah hak milikku. 

"Yang jujur akhirnya mujur. "

Sepedaku, kau jugalah pengalaman bagiku untuk berhat-hati di tanah rantau.
  • Contact us

    Sosiana Dwi Architecture 2011 Bandung Institute of Technology