Showing posts sorted by date for query pulau rote. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query pulau rote. Sort by relevance Show all posts

Monday, 6 May 2013

Inspirasi (Sebuah Cerita yang Belum Terungkap)

Posted by Sosiana Dwi On 12:46 pm

"Kegagalan merencanakan adalah merencanakan kegagalan,"
 
Salah satu kalimat yang sebelumnya pernah saya dengar saat mengenal planologi. Beberapa kali saya pernah mengalami tes wawancara dan beberapa diantaranya menurut saya sendir bisa dikatakan gagal hanya karena kurang perencanaan. Sebelumnya terkadang saya suka latihan berdialog dengan diri sendiri dengan pertanyaan random namun ternyata hal itu kurang mengeksplore apa yang sebenarnya ada di dalam hati dan pikiran saya. Ada saja jawaban-jawaban yang karena saya kurang menggalinya terkendala unsur manusiawi manusia yaitu lupa. Pada akhirnya jawaban yang terungkap justru jawaban mainstream, buruk, yang pernah aku alami tapi bukan itu yang sangat berharga di dalam hidup saya.

Ceritanya kemarin saya yang ingin mengisi liburan 3 bulan dengan hal-hal positif mendaftar menjadi trainer untuk TPB 2013 nantinya. Setelah seleksi berkas administratif selanjutnya saya mengikuti wawancara di kantor LTPB di lantai dasar perpus pusat ITB. Beberapa pertanyaan diajukan, awalnya cukup banyak pertanyaan yang akhirnya saya jawab dengan baik. Tentunya jawaban yang memang bersumber dari saya dan "gue banget". Tapi ada beberapa pertanyaan yang harusnya mengulik riwayat hidup  dan memori-memori tentangnya entah kenapa mengabur sesaat. Saya jadi bukan say ketika menjawab tentang itu. pada akhirnya saya cukup kecewa dengan jawaban saya sendiri. Hal-hal yang berarti dalam hdup saya entah kenapa sedikit terlupakan.

Karena saya tidak ingin dikecewkan oleh diri saya sendiri sehingga menimbulkan kekecewaan yang besar ada baiknya saya menjawab pertanyaan sesi interview ini disini saja. yang penting ada yang mendengarnya. Haha.

Hal apa yang paling menginspirasi kamu?

Saya menjawab ketika membaca biografinya Soekarno yang ditulis oleh Cindy Adams yaitu Penyambung Lidah Rakyat.

Salah, setelah diselidik lagi  ternyata saya sangat sangat terinspirasi bahkan mencondongkan passion dan mimpi saya disana adalah ketika saya membaca sebuah tulisan yang pernah saya share ke blog ini. Berikut tulisan tersebut. Sebuah cerita yang menceritakan bagaimana sebuah proses seseorang mengajar dan akhirnya menginpirasi sesorang untuk terus belajar di Pulau Rote. Menebar inspirasi bisa kemana saja salah satu contohnya adalah ke anak-anak yang tertinggal di sudut terpencil Indonesia. Membaca cerita dari Pulau Rote tersebut hati saya langsung trenyuh dan tak terasa air mata meleleh. Dengan hal kecil yang pengajar itu lakukan ia telah membuka mata hati seorang anak sampai akhirnya ia berkuliah di ITB (Salah satu mengapa saya ingin berkuliah di tempat ini). Saya merasakan keberuntungan yang besar, dimana saya lahir di pulau Jawa dimana akses pendidikan dapat di temukan dengan mudah. Tapi ada kalanya saya menemukan seorang inspirasi yang langsung memberikan cahayanya. Dan dengan keberuntungan yang saya terima saya juga ingin membaginya ke seluruh penjuru tanah air.

Inspirasi saya yang kedua adalah cerita mengenai Prof. Yohanes Surya yang mengambil sample anak di bumi Papua. Ia mengambilnya secara random, bukan karena anak itu cerdas bukan pula karena ia adalah anak kepala suku atau bukan pula yang berkulit putig. Sekali lagi saya sebut secara random. Beliau mengambil mereka untuk kemudian diajari matematika dasar sampai matematika yang sangat lanjut selama kurang lebih 3 bulan!! Dan bayangkan seorang anak yang dulunya menghitung matematika dasar sekelas penjumlahan bernilai puluhan pun tidak bisa sekarang merupakan jawara olimpiade nasional. Tak tanggung-tanggung ia mendapatkan medali perak. Cerita selengkapnya bisa dilihat disini. Fakta yang sangat menginspirasi bukan? Mereka dengan standarisasi yang sangat berbeda jika dibandingkan di jawa misalnya bisa menjadi seorang yang cerdas luar biasa. 

Bisa dibuktikan bahwa benar kata Leonardo Da Vinci, bahwa "kecerdasan tidak dilahirkan, namun diciptakan,". Manusia lahir cerdas bukan karena gen orangtua, suku, bangsanya saja tapi juga karena usaha untuk terus menerus belajar. Ilmu itu dicipta.

Menurut salah seorang jurnalis kemanusiaan yg pernah mengisi seminar Humans (saya lupa namaya) pilar-pilar kehidupan negara itu kan ada di sudut-sudut negara. Kalau gak ada sudut negara maka negara gak akan bisa berdiri, ya kan?  Analoginya sama kaya bangunan, kalau tidak ada kolomnya maka ia tidak akan berdiri kokoh. Nah sudut-sudut itulah yang kita kenal dengan pelosok bangsa ini, yang justru malah terlupakan dan terkucilkan.

Untuk itulah cerita-cerita diatas sangat menginpirasi bagi saya. Menjadikan salah satu passion saya selama ini bahkan menuliskannya dalam mimpi saya. Menjadikan itu sebagai bahan pertimbangan mau masuk arsitektur atau planologi. Dan akhirnya saya lanjut ke arsitektur karena saya ingin mendesain sekolah yang saya ciptakan bagi anak di sudut tanah air ini. Sekolah yang sama bagusnya dengan yang ada di Jawa dengan tingkat prestise yang sama besarnya dengan SBI atau boarding school. Semua dengan desain dan pemikiran saya.

Hal apa yang pernah membuat orang lain terinspirasi dari kamu? (Pertanyaan yang lengkap saya lupa tepatnya)

Saya menjawab sesuatu yang sangat abstrak dan kesannya sangat dipaksa bahwa ada yang terinspirasi.

Setelah dipikir pun saya tidak tahu bagian mana yang telah membuat orang lain terinspirasi dari saya. Seyogyanya saya belum pernah mengadakan kuisoner mengenai hal ini kepada orang-orang di sekitar saya dan saya belum pernah mendengar cerita orang yang sangat terinpirasi. Mungkin hasil dari insirasi baru bisa keluar beberapa tahun kemudian seperti cerita Dari Pulau Rote. Tapi saya selalu berusaha untuk berpikir positif dan menceritakan segala pengalaman yang saya lakukan. Saya senang mengajari adik-adik saya di Astronomi SMA, supaya mereka lebih hebat dari saya atau mas-mas lainnya (walaupun belum bisa lolos nasional), saya senang saat becerita di hadapan ratusan anak SMA saat sosialisasi ITB ke sekolah dan menceritakan bahwa ITB ini dan itu. saya senang ketika ada anak yang akhirnya mau mendaftar ke ITB walaupun menanggap ini tantangan besar yang harus ditaklukan. Saya senang mereka bisa sama bersemangatnya seperti saya dahulu. Saya senang. Saya tidak tahu ini inspirasi atau bukan tapi saya selalu ingin membagi cerita apalagi semangat yang saya punya.

Walaupun begitu ada sesorang yang entah mengapa mengatakan ia terinspirasi dari saya walaupun saya menanggap itu bukan suatu hal yang biasanya patut dijadikan inspirasi. Saya mengaggap itu adalah apresiasi. Terima kasih atas hal itu. Dimulai dari wawancara ini saya ingin selalu menebar inspirasi meskipun itu hal sederhana saja.

Ada beberapa pertanyaan yang saya lupa untuk dituliskan. Namun kedua hal diatas adalah hal yang menjadi unek-unek hati karena belum berhasil diungkapkan. Ke depannya jika kamu ingin sukses di wawancara kamu harus sering berkontemplasi dan mengerti diri kamu seberapa besar. 

Mengerti diri sendiri adalah hal yang lebih penting sebelum mengerti orang lain. 


Selamat Pagi,

dan Semangat Menginspirasi :)



Sketsa-sketsa Mimpi, akan membawamu ke imajinasi penuh impian dalam sketsa kasar manusia

Tuesday, 31 May 2011

Catatan dari Pulau Rote

Posted by Sosiana Dwi On 9:31 pm
Saya ingin menceritakan sebuah pengalaman yang belum pernah saya ceritakan, namun ada dalam catatan harian saya, dan akan terus menjadi catatan di dalam perjalanan hidup dan menjadi kenangan - kenangan hidup.
Saya teringat dulu pernah berkesempatan menjadi relawan mengajar di pedalaman NTT, mengajar anak-anak yang terkebelakang secara sosial dan hidup dalam kemiskinan. kami mengumpulkan mereka dari ladang kering ke ladang kering lainnya, mengajarkan mereka membaca, berhitung karena kami yakin hanya itulah kunci yang dapat membuka jendela dunia. hampir setahun saya berada, kami bekerja keras, bermandikan keringat dan air mata, meyakinkan setiap orang tua betapa pentingnya pengetahuan bagi seorang anak manusia untuk masa depannya. Saya teringat tinggal dirumah keluarga yang sangat miskin namun dia kepala suku, saya membantu mereka ke ladang dan diladang itulah saya melobi beliau untuk mengijinkan anak-anak suku itu belajar dulu sebelum keladang, hingga akhirnya beliau merestui.
Kami tak menyia=nyiakan waktu itu, kami menuntun tangan mereka, menatap mata mereka dan kami ceritakan tentang orang-orang miskin yang menjadi orang-orang besar dalam hikayat perjalanan bumi, dan rupanya mereka sangat terinspirasi. apakah anda tahu? mereka sangat cerdas, bisa membaca dan berhitung dalam hitungan hari bahkan hapalan diluar kepala mereka sangat mengagumkan. inilah sebuah kenyataan bahwa PANDAI dan BODOH itu BUKANLAH TAKDIR, namun sangat bergantung pada usaha.
Saya teringat ketika kami menyelesaikan program itu, kala meninggalkan desa yang gersang itu, sekerumunan anak-anak menghalangi kami, menangis dan menghiba agar kami jangan pergi dan tetap bersama mereka, mereka berjanji akan belajar lebih rajin lagi. para orang tua pun tak kuasa menahan tangis dan kamipun tak mampu menahan haru yang dalam, betapa perjuangan selama ini berbuahkan hasil dan cinta.
Anak-anak itu saya peluk satu-satu dan sambil berlutut saya bilang ke mereka 'lihatlah ibumu, lihatlah ayahmu, jika kamu mencintai mereka maka berjanjilah pada Tuhan untuk terus belajar, jangan biarkan lagi mereka ke ladang dengan cangkul, kalian harus bisa buat traktor dan bisa buat pengairan, dan itu hanya bisa kalian lakukan dengan terus belajar'.
Tahun 2007 saya pernah diundang mengajar tamu di ITB Bandung, dan ketika usai memberi kuliah saya diminta anak-anak untuk menemani mereka konkow di kafe kampus, karena senangnya saya amini. di kafe itu kami melanjutkan diskusi dan ternyata jauh lebih hangat dari diskusi di ruang kelas. saya tak menyadari ada seorang anak yang terus memperhatikan saya di kafe itu, dan karena dia bukan dari kelas yang saya ajar, maka saya agak mengabaikannya. sejam kemudian saya pamitan karena terlanjur memesan trafel ke bogor dan menolak diantarkan oleh mereka ke Bogor.
Ketika saya sedang berjalan menuju jalan Dago (karena janjiannya di depan Kartika Sari dengan Trafel Cipaganti, anak berkulit coklat tadi mengikuti saya, awalnya saya tidak sadar, namun ketika saya menyadari saya berhenti dan berbalik menungguinya. dengan langkah ragu dia terus berjalan dan saya mendahului menyalami dan menyapa.
Rupanya dia anak itu adalah anak yang dulu pernah bersama saya selama hampir setahun di Desa Oelua, Pulau Rote, Nuta Tenggara Timur. dia sudah snagat besar dan gagah, dia bercerita tentang dia dan teman-temannya yang terus bersekolah dan hampir semuanya sekarang kuliah di PTN dan PTS terkemuka di negeri ini, sedangkan Jose Ndao yang saat itu bertemu saya di ITB (saya lupa nama lengkapnya) adalah mahasiswa jurusan teknik sipil ITB. Saya memeluknya erat dan dia menangis haru, sayapun demikian. waktu itu berikan dia kenangan sebuah 'sign pen' dan saya bilang, ini pena untukmu menuliskan seluruh yang kamu pelajari.
Kini anak itu telah kembali ke Rote membangun desanya, dan Jose masih sering mengirimkan surat ke saya menceritakan perkembangan Desanya dan kehidupannya. dia bercerita tentang beasiswa yang dia dapatkan dari pemerintah australia untuk belajar disana.
Sebuah kebanggaan saya hidup di dunia adalah menemui anak-anak seperti ini, dan saya sangat ingin kembali mengajar di pelosok kampung yang tak terjangkau dan membukakan jendela dunia kepada mereka, anak-anak Indonesia, karena mereka berhak atas masa depannya.
Teruntuk sahabatku Jose Ndao.
Open your hands, open your eyes, open your mind and open your hearts

Ditulis oleh Rky Refrinal Patiradjawane
Impian saya adalah kelak memiliki boarding school dengan fasilitas sangat lengkap dan guru-guru terbaik, dan mahasiswanya seluruhnya orang miskin dari seluruh pelosok, dan sekolah ini gratis dan menjamin beasiswa sampai universitas. Jadi kewajiban mereka hanyalah belajar, setelah itu kembali ke daerah asal dan membangun daerahnya.
Semoga impian ini juga merupakan impian setiap orang karena butuh energi dan keikhlasan yang besar untuk melakukannnya.




Repost from Harbani Nurhadi
(diambil dari milis Manager-Indonesia, seijin penulis)

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150177847596218


  • Contact us

    Sosiana Dwi Architecture 2011 Bandung Institute of Technology